Bocah Tiga Tahun Gatal-gatal, Warga Desa Simpang Pelabuhan Dalam Terpaksa mandi di Sungai Tercemar


Baturajaradio.com - Masyarakat Desa Simpang Pelabuhan Dalam, Kecamatan Pemulutan, Ogan Ilir mengeluhkan sumber air yang tercemar. 

Menurut warga, air tercemar oleh limbah pengolahan sawah milik perusahaan produksi beras di Kecmaatan Pemulutan. 

Akibat pencemaran limbah itu, membuat anak Sungai Ogan yang menjadi kebutuhan warga setempat menjadi berbau, berwarna pekat, dan berminyak. 

"Kondisi ini sudah terjadi kurang lebih satu tahun terakhir. Awalnya airnya itu berminyak, warnanya coklat pekat dan baunya tidak enak. Ini karena limbah sawah itu kan ada pupuknya," kata Muhammad Pakir, warga desa setempat, Rabu (2/3/2022). 

Menurutnya, warga tak ada pilihan lain selain memanfaatkan air anak Sungai Ogan tersebut untuk kebutuhan mandi cuci kakus atau MCK. 

"Kalau air PDAM belum mengalir ke kami. Makanya kalau mandi dan mencuci ya terpaksa di sini dengan kondisi anak sungai tidak layak ini," ungkap Pakir. 

Akibat kondisi air yang tercemar, tak sedikit warga Desa Simpang Pelabuhan Dalam mengalami penyakit kulit gatal-gatal disertai bercak-bercak merah. 

Hal ini dialami warga lainnya bernama Suhadi, dimana anak dan istrinya mengalami gatal-gatal disertai bercak merah di sekujur tubuh. 

"Anak saya masih kecil umur tiga tahun kena gatal-gatal, istri saya juga. Kami sangat bergantung dengan sumber air ini, tapi sekarang tercemar," ujar Suhadi sambil menunjukkan penyakit kulit yang diderita anaknya. 

Warga mengaku persoalan yang mereka alami sudah disampaikan ke aparat pemerintahan setempat, namun hingga kini belum ada solusi konkret.

Sementara pihak pengelola sawah mengatakan, air tercemar bisa terjadi karena sejumlah faktor. 

Sementara untuk limbah pengolahan sawah memang ada sedikit kebocoran, namun Sopian memastikan tak mencemari seluruh anak Sungai Ogan. 

"Kalau sirkulasi air setelah panen itu kan memang ada kebocoran sedikit, tapi tidak serta-merta langsung kena semua seluruh anak sungai," kata Wakil penanggung jawab pengolahan sawah, Sopian. 

Dia pun mengungkapkan keberatan dengan tudingan warga mengenai aktivitas pengelohan sawah yang disebut mencemari air. 

"Saya mau ajak warga, ayo kita sama-sama cek ke lapangan mengenai sirkulasi air bekas garapan sawah. Jangan langsung menuduh," tukasnya.

(https://palembang.tribunnews.com/2022/03/02/bocah-tiga-tahun-gatal-gatal-warga-desa-simpang-pelabuhan-dalam-terpaksa-mandi-di-sungai-tercemar?page=2)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.