Harap Maklum Jika Kecil, Harga Minyak Sayur di OKU Selatan Meroket Bikin Pedagang Gorengan Pusing

Harap Maklum Jika Kecil, Harga Minyak Sayur di OKU Selatan Meroket Bikin Pedagang Gorengan Pusingbaturajaradio.com - Harga minyak goreng di OKU Selatan, baik curah maupun kemasan, melonjak tajam.

Jika beberapa hari yang lalu masih Rp 12 ribu per liter, kini sudah tembus Rp 18 ribu atau naik Rp 6 ribu.


Dikatakan salah seorang pedagang manisan di Pasar Tradisional Saka Selabung, Kecamatan Muaradua, Novianti, kenaikan terjadi sudah sejak sebulan terakhir.


"Harganya naik, untuk minyak goreng curah sebelumnya Rp 12 ribu per liter, kini mencapai Rp 18 ribu, yang kemasan juga sama naik berkisar 6 ribu," katanya, Kamis (14/10/2021).


Dikatakannya, dari informasi yang ia dapat, kenaikan harga minyak goreng dipicu tingginya harga kelapa sawit.


Alhasil, ungkapnya, dengan kenaikan harga tersebut berdampak pada berkurang omzet yang didapat dikarenakan berkurangnya pembeli pasca mengalami kenaikan.


"Katanya sawit lagi naik, dampaknya yang jelas karena naik ini sepi yang membeli," tambahnya.


Selaku pedagang, ia berharap harga kembali stabil sehingga dapat memudahkan warga mencukupi kebutuhan ekonomi para URT, terutama kalangan usaha kecil seperti halnya penjual gorengan.


Di sisi lain, pedagang gorengan di pasar yang sama, Markonah, mengatakan dampak harga minyak goreng yang meroket tajam membuatnya ia kebingungan mengatasi agar tak merugi.


Apalagi, ditengah kondisi pandemi Covid-19, ia tak berani mengambil resiko menaikan harga jual gorengan melainkan terpaksa mengurangi volume gorengan yang dijualnya.


"Kalau harga tetap Rp 1000, gak beranilah naikan harga sebab ekonomi belum stabil karena pandemi juga nanti tidak yang beli, tapi ukurannya sedikit dikecilkan," katanya.



(https://palembang.tribunnews.com/2021/10/14/harap-maklum-jika-kecil-harga-minyak-sayur-di-oku-selatan-meroket-bikin-pedagang-gorengan-pusing)




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.