3 Cara Menghadapi Musuh /Hatters di Tempat Kerja

 


Musuh Kerja

Baturaja Radio.com - Tentu anda pernah mengalami dan menemukan orang yang tidak suka kepada anda ditempat kerja. Diawali mungkin dengan perasaan saja saling tidak suka. Kemudian berlanjut dengan sering berdebat kecil, pada akhirnya menyatakan satu sama lain sebagai “musuh atau Hatters”. Hatters, Kompetitor, Kerjanya cuma komentar, terkadang justru dapat membuat kita termotivasi untuk bekerja maksimal. Tetapi, bagaimana apabila harus bekerja sama dengan hatters di dalam satu tim atau suatu proyek?.

Anda harus berfikir jernih untuk keberlangsungan karir anda. Memperlihatkan kerja yang bersitegang dengan rekan kerja hanya akan memperburuk suasana keadaan dan juga dapat  berdampak negatif untuk orang-orang di sekitar anda. Untuk itu, daripada menghabiskan waktu istirahat anda untuk membicarakan terus tentang orang yang membenci anda dan hanya membawa energi negatif bagi rekan kerja yang lain, akan lebih baik anda menyalurkan emosi dan dikonversi menjadi semangat berkarier lebih baik. Lakukan tips dibawah ini untuk menghadapi hatters di tempat kerja dengan lebih dewasa. Jika cara ini berhasil, anda tidak akan memiliki hatters lagi.

3 Cara Menghadapi Musuh /Hatters di Tempat Kerja

  1. Berbohong untuk kebaikan   

    Tidak selamanya berbohong itu. Ada berbohong untuk kebaikan masih dapat ditoleransi. Kadang-kadang kita terpaksa berbohong agar tidak memperburuk keadaan. Coba anda bayangkan jika semua orang mengungkapkan perasaanya dengan polos seperti “Badanmu gendut ya” atau “ Makanmu rakus sekali”. Bisa-bisa dunia ini kacau selamanya. 

    Daripada anda membenci, lebih baik anda memujinya, bahkan jika anda harus sedikit berbohong dengan pujian tersebut. Jika anda memuji seseorang, mereka akan menilai pujian tersebut sebagai niat baikmu. Mungkin, perlahan ia akan mulai bersikap baik pula dan membalas memuji anda. Jika Hal ini dilakukan akan mampu meredakan ketegangan antara anda dan hatters serta mengubah hubungan menjadi lebih baik serta saling menguntungkan.
  2. Minta Nasihat   

    Mungkin ini sesuatu yang tidak wajar, anda meminta nasihat kepada orang yang selalu mengkritik anda dan memperlakukan anda seolah-olah bawahannya, padahal anda berada dilevel yang sama, bahkan ia sering menyalahkan anda?. 

    Tarik nafas dan tenanglah sedikit, selalu ada jalan yang dapat ditempuh untuk semua masalah, anda bisa saja langsung memarahinya, namun tindakan seperti ini tidak efektif dan hanya akan menambah ketegangan. Datangilah dan mintalah saran darinya yang terkait pekerjaan. Seperti, ia bagus dalam memimpin timnya, coba anda tanyakan kepadanya bagaimana cara mengontrol performa tim atau meminta tips kepemimpinan yang baik.   

    Mungkin ia akan kaget melihat anda datang kepadanya dengan berjiwa besar  dan meminta nasihat darinya. Hal ini membuktikan bahwa anda menganggap tindakan yang dialakukannya sebagai motivasi. Dengan begitu dia akan terpaksa memberi saran-saran kepada anda, terkecuali jika dia tidak peduli terhadap kredibilitasnya. Dengarkan sarannya dan lakukan yang menurut anda baik. Setelah itu, datangi dia kembali dan berterima kasihlah kepadanya karena sarannya sangat ampuh (kalaupun sebenarnya tidak seampuh itu, berbohonglah sedikit). Lakukan ha ini beberapa kali. Kedepan mungkin ia akan meminta saran balik pada anda dan hubungan kalian jadi lebih baik.
  3. Merenung   

    Daripada menghabiskan waktu untuk memikirkan bagaimana cara membuat musuh anda menderita, akan lebih baik jika anda merenung tentang mahluk yang menyebalkan itu. Seorang filsuf bernama Philo, menyarankan agar berbaik hati kepada musuhmu, karena semua orang memiliki kisah hidup yang keras. Mungkin musuh anda pernah mengalami hal-hal sulit sehingga membentuk pribadi kerasnya. Lalu, coba anda lihat lagi bagaimana orang lain berinteraksi dengan dia.

    Benjamin Franklin pernah mengatakan bahwa musuh seharusnya disayangi, karena mereka terus mengingatkan keburukan anda Pujian yang datang dari teman justru bisa membutakan, maka musuh ada untuk menunjukkan kekurangan anda. Jika dilihat dari segi positifnya, kritikan tersebut sebagai wadah memperbaiki diri. Anggap saja musuh sebagai pengingat gratis yang terus-menerus mengingatkan anda untuk meningkatkan performa anda di tempat kerja. 

    Terakhir, fikirkan apa tujuan anda dalam bekerja. Apakah anda ingin terbebas dari masalah, dan selalu damai ATAU berjuang untuk menggapai segala target yang sudah tentukan? Apakah ada tujuan yang ingin anda capai, untuk diri dan karier anda? Jika anda ingin mencapai sesuatu tujuan, jangan perdulikan semua drama dan ketegangan di tempat anda kerja. Konsentrasilah untuk diri anda sendiri. Namun, sebaliknya, jika tujuan anda adalah bekerja dengan penuh rasa cinta damai, mungkin pekerjaan yang baru adalah keputusan yang dapat dipertimbangkan-JIKA berbagai cara yang dilakukan gagal dan suasana sudah tidak kondusif lagi. Pilihan ada ditangan anda!. 

    Kesempurnaan hanya milik Tuhan. Yakinlah di manapun anda bekerja, pasti anda akan selalu menemui masalah. Pilihan yang tersedia adalah berjuang dan terus menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja tersebut. Jika anda merasa masalah datang terus menerus, mungkin anda harus berpikir apakah mungkin selama ini masalahnya berada pada diri anda sendiri? Yang perlu anda ingat adalah semua masalah dapat diselesaikan dengan berusaha. Jadi, jangan pernah menyerah dan berhenti berusaha, demi karier anda kedepan.


https://tipskerjabali.blogspot.com/2015/09/3-cara-menghadapi-musuh-hatters

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.