Rusia Restui Uji Klinis Campurkan Vaksin Sputnik-AstraZeneca

Pihak berwenang Rusia telah memberikan lampu hijau uji klinis yang menggabungkan suntikan vaksin Covid-19 Sputnik V dengan AstraZeneca. 

Baturajaradio.com  -- Pihak berwenang Rusia telah memberikan lampu hijau uji klinis yang menggabungkan suntikan vaksin Covid-19 Sputnik V dengan AstraZeneca.

Menurut otoritas registrasi obat Rusia, lima klinik Rusia akan mengadakan uji coba pencampuran vaksin itu yang diperkirakan selesai pada Maret 2022.

Sebelumnya, pada Mei lalu, komite etik Kementerian Kesehatan sempat menangguhkan proses uji klinis tersebut dan meminta informasi tambahan.

Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF), sebagai pihak yang mempromosikan vaksin, menyambut baik keputusan uji coba.

"Saat ini, RDIF sedang melakukan uji klinis bersama untuk menggabungkan komponen pertama Sputnik V - Sputnik Light - dengan vaksin buatan asing lain," kata RDIF seperti dilaporkan Reuters, Senin (26/7).

"Secara khusus, vaksin Sputnik Light dapat digunakan dalam kombinasi dengan vaksin lain untuk meningkatkan efektivitasnya, termasuk terhadap varian baru yang muncul sebagai akibat dari mutasi virus," kata lembaga itu menambahkan.

Baik vaksin AstraZeneca-Oxford dan Sputnik V membutuhkan dua dosis suntikan vaksin, tetapi Sputnik V menggunakan vektor virus yang berbeda di kedua dosisnya.

Vaksin yang terbuat dari vektor virus menggunakan virus modifikasi yang tidak berbahaya sebagai kendaraan atau vektor untuk membawa informasi genetik yang membantu tubuh membangun kekebalan terhadap infeksi di masa depan.

Sejauh ini, uji coba vaksin Covid-19 yang menggabungkan suntikan AstraZeneca/Oxford dengaN Sputnik V juga telah disetujui di Azerbaijan, Uni Emirat Arab, Belarus, dan Argentina.





(https://www.cnnindonesia.com/internasional/20210727124522-134-672715/rusia-restui-uji-klinis-campurkan-vaksin-sputnik-astrazeneca?utm_source=twitter&utm_medium=oa&utm_content=cnnindonesia&utm_campaign=cmssocmed)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.