Sudah ada 120 Hotspot di Sumsel, Kapolda dan Danrem Kumpulkan 15 Perusahaan di OKI

Sudah ada 120 Hotspot di Sumsel, Kapolda dan Danrem Kumpulkan 15 Perusahaan di OKI 

Baturajaradio.com  --  Demi upaya meminimalisir kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah) di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan.

Sebanyak 15 perusahaan mengikuti apel persiapan personil dan sarana prasarana (Sarpras) yang berlangsung di halaman PT. Gunung Tua Abadi (GTA), Rabu (9/6/2021) sore.

Di hadapan para tamu yang hadir, Koordinator general manager (KGM) Sampoerna Agro, Eldy Nuzan menjelaskan perjalanan Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) telah dimulai sejak tahun 2016.

Dalam waktu 5 tahun tersebut, pihaknya terus melakukan evaluasi agar peran-perannya di tahun mendatang semakin optimal dan semakin terasa manfaatnya. 

Dalam rentang waktu itu pula, terdapat beberapa kemajuan yang telah dilakukan yakni meningkatkan keterampilan dan pengetahuan tentang pencegahan dan pengendalian karhutlah di 19 Desa KTPA yang didampingi Sampoerna Agro.

"Seperti pelatihan menumbuhkan kerelawanan, mitigasi bencana, dasar-dasar karhutlah, pemetaan partisipatif titik rawan api dan sumber air, pengenalan mesin dan pengoperasiannya,"

"Selain itu sosialisasi aturan hukum terkait karhutlah, simulasi pemadaman kebakaran, dan pelatihan - pelatihan lainnya," jelasnya kepada Tribunsumsel.com.

Selanjutnya mengenai sarana dan prasarana pemadaman api, dan beberapa desa KTPA juga diberikan dukungan untuk pengembangan ekonomi alternatif, sebagai dukungan kepada KTPA agar dapat berjalan secara mandiri.

"Kami juga memberikan ucapan terimakasih tulus atas terus dibinanya kebersamaan dan kekompakan kepada segenap kolega rekan-rekan perusahaan di yang ada di Kabupaten Ogan Komering Ilir," terang Eldy.

Diharapkannya, bagi seluruh lapisan masyarakat menjaga keberkahan sumberdaya alam yang sudah semestinya dilestarikan dengan baik dan sepatutnya menjaga dari ancaman kebakaran. 

"Mari kita terus bergandengan tangan, tidak boleh berdiam diri, kendati telah hadir berbagai brigade pemadam kebakaran seperti KTPA di Desa," tegasnya.

Apel ini juga menghadirkan Tim Reaksi Cepat (TRC) Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas di wilayah OKI serta Tim Heli Attack (Helitack) beserta 1 set pompa pemadam Mark-3 Kit yang biasa dibawa saat patroli udara dengan helikopter.

Fire Operation Management Head APP Sinar Mas Region OKI, Mares Prabadi menjelaskan, Patroli udara merupakan salah satu metode deteksi dini dan reaksi cepat  yang menjadi landasan penerapan  penerapan Integrated Fire Management yang ada di perusahaan. 

Pada kesempatan itu pula, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Eko Indra Heri menyebutkan kegiatan ini dapat meningkatkan giat patroli bersama, di lokasi yang rawan akan kebakaran hutan dan lahan.

"Perlu dilakukan patroli dengan di titik-titik hotspot yang telah terdeksi. Saya juga mengajak semua pihak terkait untuk melaksanakan tugas dengan rasa tanggung jawab dan ikhlas, demi mengantisipasi karhutlah secara maksimal," jelas Irjen Pol Eko.

Dirinya turut mengimbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19, dalam pelaksanaan tugas. Serta selalu jaga kesehatan dan keselamatan, dalam pelaksanaan tugas.
"Terpenting harus kita lakukan, yakni memberikan edukasi secara terus menurus kepada masyarakat dan pihak perusahanan. Terutama dalam mencegah dan menanggulangi karhutla," tuturnya.

Sementara itu, Komandan Korem 044/Gapo Brigjen TNI Jauhari Agus menjelaskan untuk tahun 2020 lalu ada sekitar 440 hotspot api yang terpantau, dan untuk tahun ini sudah terjadi 120 titik hotspot di seluruh Sumsel.

"Dengan begitu kita sudah menyiapkan total 4 pesawat water booming yang selalu standby selama 24 jam. Sementara ini titik hotspot terbanyak berada di Kabupaten Ogan Ilir dan Ogan Komering Ilir," jelas perwira TNI tersebut.

Brigjen Jauhari menghimbau kepada seluruh jajaran untuk melakukan pelatihan dan sosialisasi intensif agar tidak terjadi kebakaran lahan di Provinsi Sumsel.

"Saya mengajak TNI, Polri, Perusahaan, dan masyarakat peduli api untuk terus melakukan kegiatan-kegiatan pencegahan sejak dini. Serta menjaga lingkungan, karena dengan begitu alam juga akan menjaga kita semua," ucap Brigjen Jauhari di depan para hadirin.





(https://sumsel.tribunnews.com/2021/06/09/sudah-ada-120-hotspot-di-sumsel-kapolda-dan-danrem-kumpulkan-15-perusahaan-di-oki?page=3)




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.