Anggota Sepakat WHO akan Perkuat Respons Pandemi Global

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, berbicara dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Dalam Negeri dan Kesehatan Swiss, Alain Berset (tidak ada di foto), sebelum menandatangani BioHub Initiative di laboratorium Spiez, jelang pembukaan Majelis Kesehatan Dunia ke-74 di markas besar WHO, Jenewa, Swiss, pada Senin (24/5/2021). 

Baturajaradio.com  --  Anggota Badan Kesehatan Dunia (WHO) sepakat pada Senin (31/5/2021) untuk memperkuat respons pandemi serta memberikan pendanaan lebih aman dan fleksibel untuk dapat menangani wabah lebih baik di masa depan. 

Ada 194 negara anggota yang menyepakati resolusi tersebut yang disampaikan dalam pertemuan Majelis tahunan WHO pada Senin (31/5/2021) secara virtual. 

Dalam pertemuan tersebut, mereka juga sepakat untuk "memperkuat kapasitas WHO untuk meninjau wabah penyakit dengan cepat dan tepat" yang mungkin menjadi perhatian global, seperti yang dilansir dari AFP pada Senin (31/5/2021).

Sejumlah negara dan institusi sangat tidak siap menghadapi Covid-19, menurut temuan tiga panel independen yang telah melaporkan dalam majelis WHO tersebut. 

Mereka menyerukan perombakan total sistem alarm global, untuk WHO lebih kuat dan lebih independen agar dapat membantu mencegah pandemi di masa depan.

Salah satu laporan menemukan bahwa badan PBB terlalu lambat dalam menyatakan Darurat Kesehatan Masyarakat yang menjadi Perhatian Internasional.

WHO baru membunyikan level siaga tinggi pada 30 Januari 2020. Setelah berhari-hari berdiskusi, para anggota sepakat untuk membentuk kelompok kerja baru yang akan mempelajari dan menyederhanakan berbagai rekomendasi dalam laporan, serta membuat proposal konkret untuk dipertimbangkan dalam sidang tahun depan. 

Teks tersebut menyerukan negara-negara anggota untuk "memastikan pembiayaan yang memadai, fleksibel, berkelanjutan dan dapat diprediksi dari anggaran program WHO." Hanya sekitar 16 persen dari anggaran WHO berasal dari biaya keanggotaan reguler, dengan sisanya berasal dari kontribusi sukarela dan yang telah dialokasikan.

Resolusi yang disepakati pada Senin (31/5/2021) juga meminta semua negara untuk memperkuat kapasitas inti kesehatan masyarakat mereka, meningkatkan kemampuan mereka untuk mendeteksi ancaman penyakit baru, dan mengkomunikasikan ancaman tersebut secara efektif baik di dalam negeri maupun secara internasional. 

Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyerukan semua negara harus melakukan tugas mereka, di mana ia mempertimbangkan untuk membuat pilot project bagi berbagai negara untuk meninjau secara teratur tentang kesiapan pandemi mareka. 

Sementara itu, resolusi yang dibuat pada Senin itu tidak secara eksplisit mendukung rekomendasi para ahli untuk menyerahkan wewenang yang lebih luas kepada WHO, agar dapat melakukan penyelidikan atau berkomunikasi tentang ancaman kesehatan tanpa menunggu lampu hijau dari negara-negara terkait.





(https://www.kompas.com/global/read/2021/06/01/083227070/anggota-sepakat-who-akan-perkuat-respons-pandemi-global?page=all#page2)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.