Cerita Petani Pisang OKU Selatan, Jelang Lebaran Harga Jual Malah Anjlok

Cerita Petani Pisang OKU Selatan,  Jelang Lebaran Harga Jual Malah Anjlokbaturajaradio.com - Menjelang Lebaran, petani pisang di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) merasakan harga yang anjlok.

Tak hanya itu, mereka juga kesulitan untuk memasarkan hasil bumi buah pisang hasil kebun.

Dituturkan salah seorang petani di Kecamatan Buay Pemaca harga yang murah serta kisaran Rp 350 hingga Rp 750 perkilonya tak sebanding dengan biaya perawatan kebun dan modal masa panen.

“Sekarang tidak hanya harganya murah tidak sebanding dengan modal perawatan kebun,"ujar Ujang, Selasa (4/5/2021).


Kendati demikian, petani tak memiliki pilihan lain sebagai sumber penghasil dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga meskipun minimnya pengepul yang membeli hasil panen.


"Selain itu juga buah pisang sulit dipasarkan atau dijual ke pengepul padahal hasil memanen pisang untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari,”tambahnya.


Disisi lain, salah seorang pengepul Jhon mengatakan anjlok harga pisang tak lain karena kesulitan pemasaran keluar daerah.


Sebelumnya para pengepul menyuplai ke Pulau Jawa.

“Informasinya saat ini buah stok buah pisang dari berbagai daerah tengah banyak, dan penyuplainyapun banyak, makannya harga nya murah,"kata Dia.


Sebagai informasi, sejak 2 tahun terkahir petani di OKU Selatan banyak beralih menanam pisang karena dinilai lebih menguntungkan perawatan yang mudah dan jangka waktu panen lebih cepat.


Namun harganya yang anjlok belakangan ini membuat petani gigit jari, terlebih harga pisang yang biasa ditanam seperti pisang gadis hanya Rp 350 perkilo dan jenis pisang Ambon hanya Rp 750 perkilo.



(https://sumsel.tribunnews.com/2021/05/04/cerita-petani-pisang-oku-selatan-jelang-lebaran-harga-jual-malah-anjlok)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.