Museum Gua Harimau Undang Perhatian Peneliti, Cerita Tentang Peradaban Manusia

Museum Gua Harimau Undang Perhatian Peneliti, Cerita Tentang Peradaban Manusiabaturajaradio.com - Museum Situs Gua Harimau di areal  objek wisata Gua Puteri Desa Pedangbindu Kecamatan Semidangaji, Kabupaten Ogan Komering Ulu Propinsi Sumatera Selatan merupakan harta karun yang harus Dijaga dan dikembangkan.
Museum Situs Gua Harimau yang dibangun dengan nilai Rp 30 miliar ini merupakan  museum situs besar pertama di luar Pulau Jawa

Sebelumnya sud
ah ada mesium situs besar Sangiran, Museum di Kabupaten Tegal. Museum Situs Gua Harimau dengan luas bangunan 1 ha diatas lahan 5 Ha yang dibangun tiga ta

Tahap pertama dan kedua untuk bangunan fisik kemudian tahap ketiga untuk tata bangunan. Museum dengan luas bangunan 1 Ha diatas tanah seluas 6 Ha ini merupakan museum situs modern.
 MuseumPeletakan batu pertamanya pembangunan dilakukan oleh Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Prof Kacung Marijan PhD dan Bupati OKU Drs H kuryana Azis 12 Agustus 2015.

Museum situs yang dibangun dengan menggunakan dana APBN ini akan menjadi museum terlengkap dan termegah diluar Pulau Jawa.

Museum dinamis dengan suasana lebih nyaman dengan fasilitas storic, laboratorium, display public, audio visual, wisma peneliti, kios souvenir, kantor pengelola, kantin, gudang, kamar lengkap dengan bad , kamar mandi di dalam , TV dan ruang berpendingin AC. Semua terintegral dengan museum yang sudah ada di satu kawasan tersebut.

Kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel Aufa Syahrial Syarkomi SP MSc Minggu (14/4/2021) menjelaskan, museum kebanggaan ini harus dikelola oleh orang profesional. Menurut Aufa, saat ini tinggal menyiapkan ruang tata pamer.

Mantan Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata Kabupaten OKU ini berharap museum ini benar-benar mandatangkan manfaat besar bagi OKU khususnya dan Sumsel umumnya karena ini harta karun yang tak ternilai harganya dan harus 
 dan dikembangkan.

"Ini harta karun yang harus dijaga dan dikembangkan ,” kata Aufa.
Dikatakan Aufa Muesum ini merupakan asset dibidang budaya pariwisata dan penelitian serta pendidikan.
Setelah museum ini dibuka maka yang akan mendapatkan keuntungan adalah Kabupaten OKU.
Dengan destinasi baru ini akan menarik wisatawan khususnya wisata minat khusus budaya dan peradaban, mereka akan berdatangan ke OKU.

Karena museum ini akan menceritakan tentang peradaban manusia, maka pecinta sejarah ,peneliti akan berbondong-bondong datang berkunjung.

“Bila sudah banyak ornag datang maka akan mendatangkan masukan melalui PAD.” kata Aufa. Menurut Aufa semua pihak harus ada rasa memiliki, peduli dan mengembangkan kawasan sekitarnya dengan melakukan penataan kawasan dan pelebaran jalan menuju Muesium sehingga benar-benar menjadi destiasi menarik .


(https://palembang.tribunnews.com/2021/03/14/museum-gua-harimau-undang-perhatian-peneliti-cerita-tentang-peradaban-manusia-wisatawan)




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.