Belum Ada Kepastian Sumsel Mendapat Pasokan Vaksin AstraZaneca

Belum Ada Kepastian Sumsel Mendapat Pasokan Vaksin AstraZaneca

baturajaradio.com - Pemerintah Indonesia telah mendapat kiriman 1.113.600 vaksin AstraZaneca pada Senin (8/3/2021) melalui bandar Soekarno-Hatta, Tangerang.

Vaksin AstraZeneca ini sebelumnya telah masuk dalam daftar penggunaan izin darurat (EUA) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).


Vaksin ini pun telah mendapat hasil analisis interim uji vaksin berteknologi adenovirus di sejumlah negara dengan varian baru korona seperti Afrika Selatan, Brasil hingga Inggris sebesar 70,4 persen.


Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga telah menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) untuk vaksin ini pada 22 Februari lalu. Adapun izin penggunaannya bernomor EUA 2158100143A1.


Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Yusri, mengatakan, hingga kini belum ada kepastian soal jatah vaksin baru buatan Inggris ini untuk masyarakat Sumsel.


"Kami belum dapat informasinya, baik kapan mendapatkan ataupun berapa banyaknya," kata Yusri saat di Hubungi, Rabu (10/3/2021).


Dia menyebut, belum mengetahui lebih banyak mengenai vaksin AstraZaneca. Sebelumnya, Sumsel mendapatkan pasokan vaksin bermerek dagang Sinovac dan Biofarma. "Ini yang kami juga belum tau," ujar Yusri.


Berdasarkan catatan Dinkes provinsi Sumsel, hingga Selasa 9 Maret lalu, capaian vaksinasi tahap satu untuk Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDM-K) di Sumsel baru mencapai 69,49 persen. Sementara itu, vaksinasi tahap kedua untuk lansia baru mencapai 1,1 persen.


"Vaksinasi masih berlangsung, jika sudah mencapai 70 persen bisa dibilang Sumsel bisa terlindungi dari ancaman virus," jelas Yusri.(mg3)



Sumber Artikel::  https://palembang.tribunnews.com/2021/03/10/belum-ada-kepastian-sumsel-mendapat-pasokan-vaksin-astrazaneca.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.