Kalimantan Selatan yang Makin Tenggelam

 Warga menuntun sepedanya melintasi banjir yang merendam Jalan Prona di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (14/1/2021). Berdasarkan data yang telah dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan dari tanggal 1 hingga 14 Januri, sebanyak 19.452 rumah terendam banjir di sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan.


Baturajaradio.com -- Banjir di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terjadi di sejumlah kabupaten dan kotanya. Kabupaten Banjarbaru, Banjar, Hulu Sungai Tengah (HST) dan Tanah Laut hingga Kota Banjarmasin terdampak banjir yang telah menyebabkan puluhan ribu orang terdampak.


Di Kabupaten Tanah Laut, 21.990 jiwa terdampak banjir. Banjir juga merendam 6.346 rumah di sana.

Banjir terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan air sungai di Kecamatan Pelaihari meluap yang terjadi pada Ahad (3/1) pukul 10.30 WITA. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan jumlah korban terdampak berdasarkan data yang dihimpun oleh Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana per 15 Januari 2021 pukul 11.40 WIB.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Laut melaporkan bahwa saat ini tinggi muka air terpantau sekitar 150 cm sampai 200 sentimeter. "Di samping itu, BPBD juga terus melakukan pendataan 5 titik pengungsian bagi masyarakat," katanya dalam keterangan pers, Jumat (15/1).

BPBD Kabupaten Tanah Laut juga menginformasikan akses jalan dari Palaihari ke Banjarmasin terputus akibat banjir. Saat ini tim gabungan bergotong royong dalam melakukan penanganan bencana yang terjadi. BPBD Kabupaten Tanah Laut juga mendata beberapa kebutuhan mendesak yang dibutuhkan masyarakat terdampak.

"Beberapa kebutuhan mendesak tersebut, seperti sandang, pangan, terpal, matras, selimut dan peralatan dasar kebencanaan," imbuhnya.

Berdasarkan pemantauan BMKG, Kalimantan Selatan berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang. BNPB menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga, di tengah musim hujan yang akan terjadi hingga Februari 2021. Masyarakat juga dapat memantau informasi prakiraaan cuaca melalui Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Banjir di Kalsel juga melanda Kota Banjarbaru yang berbatasan dengan Kabupaten Tanah Laut. Bahkan, ratusan rumah di Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Kalsel semakin terendam akibat banjir.

"Bagi yang rumahnya terendam total hingga dua meter sudah dievakuasi. Sedangkan yang masih bertahan ada juga karena ketinggian air bervariasi," terang Babinsa Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Koramil 1006-12 Liang Anggang Sertu Eko S.

Ditemui di lokasi banjir, Eko menceritakan masih ada beberapa warga yang tidak bersedia mengungsi karena tinggal di sebuah ruko. Meski begitu, saat ini warga bersangkutan justru mengeluhkan tidak dapat makan.

"Sejak kemarin sudah kami ingatkan, air yang semakin tinggi membuat distribusi logistik bantuan sulit dilakukan lantaran keterbatasan perahu karet," jelasnya.

Eko pun mencoba menggerakkan warga yang memiliki perahu atau kelotok untuk bisa membantu dalam proses pendistribusian bantuan bagi mereka yang masih bertahan di rumah.

"Saat ini yang sangat dibutuhkan adalah perahu karet dilengkapi mesin sehingga mobilitas petugas bisa lebih mudah membantu korban banjir," bebernya.

Menurut dia, ada sekitar 1.000 jiwa terdampak banjir di empat RT. Bahkan sebuah fasilitas pendidikan SDN 1 Landasan Ulin Selatan juga tergenang air.

Tingginya air juga menutus jalan poros lintas kabupaten perbatasan Kota Banjarbaru dan Kabupaten Tanah Laut tersebut. Air terus meninggi sampai di Desa Pandahan, Kecamatan Bati-Bati yang kondisinya tidak kalah parah.

Dari Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalsel, sebanyak 56 warga binaan Rumah Tahanan Negara Barabai di dipindahkan sementara karena rumah tahanan itu terendam air banjir cukup parah. “Hari ini debit air masih belum surut hingga mencapai pinggang orang dewasa. Blok hunian sudah digenangi air maka langkah evakuasi warga binaan pemasyarakatan harus dilakukan sejak Kamis (14/1) sore dengan alasan kemanusiaan,” ujar Kepala Rumah Tahanan Barabai, Gusti Iskandarsyah, dalam keterangan tertulis.

Ada 56 warga binaan rumah tahanan itu yang dipindahkan sementara. Mereka terdiri dari perempuan tahanan dan kelompok rentan.

Sebelumnya dilaporkan banjir telah melanda sejumlah Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan wilayah Kalimantan Selatan sejak Kamis (14/1) pagi. Hingga kini air telah mencapai paha orang dewasa dan masih terus bertambah tinggi.

Tercatat sejumlah UPT Pemasyarakatan yang terdampak banjir di antaranya Lembaga Pemasyarakatan Banjarmasin, Rumah Tahanan Barabai, dan Balai Pemasyarakatan Banjarmasin. Bahkan, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Kalimantan Selatan turut digenangi banjir.

Iskandarsyah mengatakan, hingga saat ini petugas masih menyisir narapidana dengan tingkat risiko rendah untuk dipindahkan ke lantai dua Rumah Tahanan Barabai.





(https://www.republika.co.id/berita/qmz4za328/kalimantan-selatan-yang-makin-tenggelam)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.