Jembatan Kisiran di OKU Ini Nyaris Putus Pasca Dihantam Hujan Deras, Warga 7 Desa Aksesnya Terganggu



Jembatan Kisiran di OKU Ini Nyaris Putus Pasca Dihantam Hujan Deras, Warga 7 Desa Aksesnya Terganggu
Baturajaradio.com
-Jembatan penghubung Kecamatan Pengandonan dan Kecamatan Ulu Kabupaten OKU, Provinsi Sumsel, nyaris putus.
Kondisinya semakin parah menyusul terjadinya banjir akibat hujan lebat, beberapa hari lalu.

Jembatan Kisiran di Desa Gunungmeraksa Kecamatan Pengandonan yang menghubungkan Desa Belandang Kecamatan Ulu Ogan ini kondisinya memang sudah rusak parah sejak dua bulan terakhir.


Akibat diterjang banjir, kerusakan jembatan semakin parah dan dikhawatirkan putus.

Kendaraan roda empat sudah tidak dianjurkan lagi melintas di jembatan yang terkenal dengan nama jembatan Kisiran tersebut.

Jembatan ini juga merupakan akses utama menuju tujuh desa di Kecamatan ulu Ogan masing-masing Desa Belandang, Sukajadi, Mendingin, Ulak Lebar dan Gunungtiga, Kelumpang , Gunungtiga.
Untuk sementara waktu selama jembatan ini rusak parah, warga bisa melewati jalan alternatif melalui jalan atas.

Namun jarak tempuhnya lebih jauh dan melewati medan yang cukup berat .

Seementara itu Bupati OKU Drs H Kuryana Azis langsung meninjau ke lokasi jembatan Kisiran yang nyaris putus.

Turut mendampingi Kadin PU PR OKU Candra Dewan ST MM, Kepala BPBD Amzar Cristofa S Sos MSI, Camat Pengandonan Pktaria Rosalina SSTP dan Camat Ulu Ogan Yan Kurniawan SSTP MSi, kapolsek Ulu Ogan Iptu Edi Hernata dan Danramil Pengandonan Kapten Inf Mazani serta Kades Setempat.

Selain meninjau jembatan yang nayris putus, bupati dan rombongan juga meninjau di jalan yang retak di DAS (Daerah Aliran Sungai) masih di Desa Gunungmeraksa.

Sementara itu , Pemerintah Kabupaten OKU akan mengambil langkah-langkah cepat agar jembatan tersebut kembali berfungsi dan bisa dilewati kembali oleh masyarakat luas.

“Saya sudah koordinasikan dengan PU PR untuk mencari solusi penanganan secepatnya paling tidak bersifat sementara,kata Bupati, Selasa (9/6/2020).

Menurut Kuryana untuk tahun ini belum memungkinkan membangun jembatan permanen karena anggaran mengalami pemangkasan dari pusat dialihkan untuk penanganan wabah Covid-19.

Dikatakan bupati, sebelum dibangun jembatan permanen masyarakat diarahkan menggunakan jalan alternatif atau yang lebih populer jalan pucuk.

Namun jalan ini jarak tempuhnya lebih jauh karena jalannya memutar serta kondisi jalan yang agak licin sehingga masyarakat harus ekstra berhati-hati.

Disisi lain, masyarakat yang basa melintasi jembatan yang nyaris putus ini berharap pemerintah segera melakukan perbaikan.

Sebab jembatan Kisiran ini merupakan akses utama yang menghubungkan Kecamatan Pengandonan dan Kecamatan Ulu Ogan.

Ada tujuh desa di Kecamatan Uluogan yang aksesnya terganggu akibat jembatan ini tidak bisa dilewati lagi.

“Kami ditujuh desa seberang ini sulit keluar kalau sampai jembatan ini putus total,” kata salah seroang warga Desa Belandang.

Terpisah Kapolsek Ulu Ogan Iptu Edi Hernata menganjurkan masyarakat pengguna jalan agar jalan dulu melintas di jembatan yang nyaris putus ini.

Sebab dikhawatirkan membahakan pengguna jalan apabila memaksakan diri melewati jembatan yang nyaris putus.




(https://palembang.tribunnews.com/2020/06/09/jembatan-kisiran-di-oku-ini-nyaris-putus-pasca-dihantam-hujan-deras-warga-7-desa-aksesnya-terganggu?page=all)



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.