Wabah Pandemi Covid-19 Jadi Peluang Pengedar Narkoba Beraksi, Begini Modusnya Menurut BNN

Wabah Pandemi Covid-19 Jadi Peluang Pengedar Narkoba Beraksi, Begini Modusnya Menurut BNNbaturajaradio.com - Di tengah wabah Covid-19 di Indonesia, khususnya Sumsel, saat ini juga menjadi peluang bagi para bandar narkoba dalam modus pengedaran narkotika.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumsel, Wahyu Hindaryati, SKM., M.Si mengatakan dalam pandemi ini justru menjadi kesempatan bagi para pengedar narkoba dalam melancarkan aksinya.

Para bandar narkoba biasanya memanfaatkan kondisi masyarakat yang dalam kesulitan seperti pandemi Covid-19 ini dengan modus membantu ekonomi orang tersebut.
Para bandar narkoba biasanya dapat mengetahui masyarakat mana yang tidak akan menolak saat diberikan tugas mengedarkan narkoba.

"Mereka mampu mengidentifikasi masyarakat mana yang dapat dijadikan sebagai kurir narkoba, dengan iming-iming jumlah uang yang besar," ujarnya.

Bahkan, sejak tahun 2015, banyak ditemui bandar dan kurir narkoba adalah seorang wanita.

Hal tersebut dilakukan para bandar narkoba karena mereka berpikir bahwa biasanya orang yang berurusan dengan narkoba adalah laki-laki, maka mereka mengubah dengan cara yang baru.
"Mereka selalu melakukan aksi dengan modus yang selalu berubah-ubah," ujarnya.

Selama ini, masalah narkoba dianggap hanya menjadi tanggung jawab BNN dan pihak kepolisian, padahal permasalahan ini adalah tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat.

Target para pengedar tidak lagi hanya laki-laki, namun kini bisa berbagai macam usia dan profesi, mulai dari anak-anak, ibu rumah tangga, dan lain sebagainya.

"Kita harus peduli, dimana membentengi keluarga agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba," ujarnya.

Selain itu, banyak para kurir dan bandar mengaku terpaksa menjadi pengedar narkoba karena himpitan ekonomi, yang dengan alasan tersebut ingin melegalkan perbuatan salah seperti itu.



Kesulitan yang dihadapi para penegak hukum adalah bahwa bandar narkoba sering kali bekerja dengan sengaja memutus rantai, yang artinya bekerja dengan tidak terang-terangan.
"Mereka para bandar bekerja dengan tidak terang-terangan, atau sengaja tidak menampakkan diri, banyak anak buahnya yang melakukan pengedaran," ujarnya.

Untuk memberantas permasalahan narkoba ini, BNN juga bekerja sama dengan negara luar khususnya negara ASEAN.

Hal ini karena banyaknya jalur laut yang menjadi pintu masuk para pengedar narkoba melalui pelabuhan tikus yang ada di Indonesia.

"Para nelayan yang biasanya diminta untuk menjadi kurir melalui jalur laut," ujarnya.

Sedangkan kondisi saat ini di Palembang, pengedaran narkoba dapat masuk melalui jalur laut dari Singapura dan Malaysia, melalui pelabuhan yang ada di Riau dan kemudian masuk menuju Palembang.

Menurut Ika, Palembang juga sering ditemukan kasus pengedaran narkoha karena masih banyak masyarakat yang memakai narkoba.

Sehingga dengan berbagai cara para bandar narkoba menawarkan barangnya.

"Ini terjadi karena masih banyak yang pakai, mereka kasih promo dengan berbagai macam iming-iming lainnya," ujarnya.


Sumber>>>https://palembang.tribunnews.com/2020/05/14/wabah-pandemi-covid-19-jadi-peluang-pengedar-narkoba-beraksi-begini-modusnya-menurut-bnn?page=2.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.