Polri: Kamtibnas Selama Corona Menurun Sebanyak 19,90 Persen

Kabagpenum Mabes Polri Kombes Pol Asep Adisaputra (kiri).baturajaradio.com -Mabes Polri mengatakan kasus gangguan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas) di tengah wabah Corona (Covid-19) mengalami penurunan periode Maret sampai April sebanyak 19,90 persen. Penurunan yang paling signifikan terjadi pada April sebanyak 15.322 kasus.

"Berdasarkan data statistik kejahatan yang dicatat oleh kepolisian periode Maret sampai April terjadi penurunan sebanyak 19,90 persen. Dengan perincian pada Maret 19.128 kasus dan April mengalami penurunan yang signifikan menjadi 15.322 kasus," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Polri, Kombes Asep Adisaputra saat virtual konferensi pers melalui akun Youtube, Senin (4/5).

Kemudian, ia menjelaskan sebelumnya pada minggu ke 16 dan 17 terjadi penurunan 1,34 persen. Dengan perincian jumlah kejahatan pada minggu 16 sebanyak 3.587 kasus sedangkan minggu ke 17 sebanyak 3.539 kasus atau mengalami penurunan 48 kasus.

Sebelumnya diketahui, Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Andrianto menilai kebijakan yang diambil pemerintah dengan menerapkan PSBB dan larangan mudik Lebaran, tentu sudah diputuskan berdasarkan pertimbangan yang matang, dan meminimalisasi dampak yang terjadi.

Namun, kebijakan dan imbauan yang dikeluarkan pemerintah disebut bisa menimbulkan dampak ekonomi dan sosial sehingga mempengaruhi stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibnas). Menurut Komjen Agus, patroli kamtibmas harus dioptimalkan untuk meminimalisasir terjadinya tindak kejahatan.

"Kebijakan pasti menimbulkan dampak, dampak ini yang kita minimalisir dan tekan," ujar Komjen Agus di Jakarta Kamis (30/4).

Kaopspus Aman Nusa II ini juga mengatakan salah satu langkah Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dalam negeri saat pandemi Covid-19 ini salah satunya dengan menggiatkan patroli seperti perintah Kapolri yang tertuang dalam Surat Telegram Kapolri bernomor ST/1335/IV/OPS.2/2020. 

"Kekuatan Personil Sabhara baik ditingkat Polda maupun Polres cukup banyak, jadi patroli kamtibmas harus dioptimalkan di daerah-daerah rawan, objek vital dan objek tertentu dan daerah-daerah yang berpotensi rawan lainnya dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan", ujar mantan kapolda Sumut ini.


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.