Banjir Bandang di OKU Selatan, OKU Timur Hingga Ogan Ilir Wajib Waspada Tingkat Tinggi

Banjir Bandang di OKU Selatan, OKU Timur Hingga Ogan Ilir Wajib Waspada Tingkat Tinggibaturajaradio.com - Pasca terjadinya banjir bandang di wilayah OKU Selatan, beberapa kabupaten lainnya diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.

Ansori selaku Kepala Bidang Penanggulangan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mengatakan bahwa potensi banjir bandang dapat terjadi mengikuti aliran air dari OKU Selatan.

Dengan demikian, Kabupaten OKU Timur hingga ke Sungai Ogan atau daerah Kabupaten Ogan Ilir diimbaun untuk meningkatkan kewspadaan.


"Kewaspadaan akan tingginya curah hujan, harus diutamakan pada mereka yang berada atau tinggal di bantaran aliran sungai," ujarnya.

Saat ini, meskipun tidak ada korban jiwa saat terjadinya banjir di beberapa wilayah OKU Selatan, pihak BPBD Sumsel telah memberangkat sejumlah petugas untuk memberikan paket bantuan logistik.

"Kami sedang menuju Martapura, memastikan juga bagaimana kebutuhan yang dibutuhkan masyarakat di wilayah Muara Dua dan sekitarnya," ujarnya.

Evakuasi juga tidak dalam jumlah besar, karena masyarakat bisa melakukan evakuasi di beberapa rumah tetangga atau keluarga yang tidak terdampak banjir.

Selain itu, pihaknya yang awalnya fokus pada penanggulangan virus corona dengan dibentuknya Satuan Tugas Covid-19.

Namun dalam kondisi mendesak seperti ini, satgas yang awalnya berfokus pada Covid-19, kini juga harus membagi tugas dengan menyelamatkan warga waat kejadian banjir bandar misalnya.

Ansori juga mengatakan peralihan atau penambahan tugas tersebut telah diinstruksikan dengan setiap satgas Covid-19 BPBD di setiap kabupaten/kota.

"Jika memang ada tugas yang prioritas dan lebih penting, petugas akan membantu dengan beralih menjadi posko penanggulangan, walaupun satu posko dengan Covid-19," ujarnya.

Selain itu, imbauan kepada warga terkait akan adanya banjir di musim penghujan sudah dilakukan sejak awal.

Namun, tidak disangka bahwa ternyata hujan dengan intensitas tinggi justru terjadi pada akhir musim penghujan.

"Dari bulan Desember kita sudah menyiapkan posko di setiap kabupaten, tapi nyatanya tidak terlalu drastis peningkatannya, baru diakhir yang meningkat," ujarnya.

Sumber>>https://palembang.tribunnews.com/2020/05/09/banjir-bandang-di-oku-selatan-oku-timur-hingga-ogan-ilir-wajib-waspada-tingkat-tinggi.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.