Banjir Bandang di OKU Selatan, Berikut Rincian Wilayah dan Jumlah Rumah Warga yang Terdampak Banjir

Banjir Bandang di OKU Selatan, Berikut Rincian Wilayah dan Jumlah Rumah Warga yang Terdampak Banjirbaturajaradio.com - Banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan Provinsi Sumatera Selatan hari Jumat (8/5/2020).

Berikut rincian wilayah dan jumlah rumah warga yang terdampak banjir tersebut.
Di Kecamatan Simpang air masuk ke rumah warga di antaranya di Desa Karang Agung.
Air masuk ke rumah warga berjumlah 7 KK, Desa Tanjung Sari sebanyak 125 KK, dan satu rumah roboh diterjang banjir.

Sedangkan di Desa Lubar, sebanyak 25 KK terdampak, satu jembatan gantung rusak.

"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Selain itu, air sudah surut, saat ini warga sedang melakukan pembersihan material lumpur," ujar Kepala Bidang Penanggulangan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Ansori,  saat dihubungi Sripoku.com via Whatsapp (WA), Sabtu (9/05/2020).

Sementara di Kecamatan Muara Dua, Kampung Rengas sebanyak 25 KK , Kampung Serdang sebanyak 21 KK, Simpang Pendagan sebanyak 12 KK, Kisau sebanyak 20 KK,
Talang Bandung Bawah sebanyak 9 KK, Pasar Lama sebanyak 6 KK, Kampung Masjid sebanyak 10 KK dan Tangsi sebanyak 107 KK.

Kecamatan Buay Sandang Aji terdapat beberapa desa yang terdampak, seperti Negeri Batin sebanyak 56 KK, Negeri Agung sebanyak 14 KK dan jembatan putus, serta Madura sebanyak 8 KK.

Kecamatan Buana Pemaca juga terdapat beberapa desa yang terdampak, yaitu Desa Bandar sebanyak 26 KK, 6 umah diantaranya rusak parah,
Desa Tanjung Beringin sebanyak 86 KK, 11 rumah di antaranya rusak parah, Desa Tekana sebanyak 107 KK, 3 rumah diantaranya rusak parah,
Desa Jagaraga sebanyak 68 KK, dan Desa Damarpura sebanyak 260 KK.

Terakhir, Kecamatan Kisam Ilir, desa Kaban Agung sebanyak 4 KK dan satu jembatan terputus.

Sebelumnya, banjir bandang terjadi karena meluap karena Sungai Saka yang tidak dapat menampung curah hujan yang tinggi di bagian hulu muara sungai di wilayah Kecamatan Kisam Tinggi.

Banjir terjadi saat air sungai mulai mengalami pasang Kamis malam sekitar 23.00 WIB dan mengalami puncak pasang sekitar pukul 02.30 WIB.

Hal ini membuat warga yang berada dibantaran sungai berhamburan keluar rumah menyelamatkan diri, hingga pukul 07.30 WIB, perlahan berangsur surut.


Sumber>>>https://palembang.tribunnews.com/2020/05/09/banjir-bandang-di-oku-selatan-berikut-rincian-wilayah-dan-jumlah-rumah-warga-yang-terdampak-banjir?page=2.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.