Waduh.. Harga Masker Meroket

baturajaradio.com -Diumumkan Presiden Joko Widodo, kasus ibu (64) dan putrinya (31) terinfeksi virus corona. Tak lama setelah itu, masyarakat menyerbu produk-produk sembako dan masker. Harga masker pun meroket, sementara stok makin menipis karena diburu masyarakat yang khawatir oleh penyebaran virus corona.

Pasar Proyek, Bekasi Timur, Romi, Senin (2/3).
“Sekarang harganya kami jual Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu. Per dus isi 50 lembar. Kalau masker N95 satunya Rp 25.000,” ucap salah pemilik toko obat itu.


Harga yang mahal itu, kata dia, lantaran distributor sudah tidak memasok masker lagi. Romi mengakui permintaan makin meningkat, sampai-sampai ia kewalahan. Warga seolah tak mempedulikan harga tinggi, ereka tetap membeli dalam jumlah banyak.

“Cepat banget habis masker. Kami ambil (masker, Red) dari luar semua. Ada Padang, Pekanbaru. Kami pesan dikirim dari sana. Makanya harganya melonjak karena ambil dari luar daerah,” katanya.

Menurutnya, ketersediaan masker sudah langka sejak awal Februari 2020. Merek Sensi yang biasanya banyak pun sudah habis dan menyisakan merek lain.

Sementara itu penjual masker online di Bekasi, Fanny, mengatakan harga memang masker sudah melonjak sejak dua bulan terakhir.
Secara pribadi ia memperkirakan harga masker akan lebih melonjak ke depannya.

Tingkat permintaan sementara ini, katanya, masih normal, meski ada beberapa warga yang sudah bertanya. “Rata-rata baru tanya dan kaget harga masker segitu,” kata dia.


Fenomena ini terjadi pasca-pemerintah secara resmi mengabarkan dua warga Kota Depok positif terinfeksi virus corona. Saat ini kedua warga itu telah dikarantina di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara. (http://rmolsumsel.id/)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.