Harga Karet Rp 7000, Petani Karet Lapor Herman Deru Atas Mekanisme Pengukuran K3 oleh Gapkindo

Harga Karet Rp 7000, Petani Karet Lapor Herman Deru Atas Mekanisme Pengukuran K3 oleh Gapkindobaturajaradio.com - Harga karet sejak Februari lalu dikeluhkan petani karet lantaran anjlok dan hanya dihargai Rp 7000 per kilo untuk karet harian.

Sejumlah netizen bahkan membuat cuitan dengan menautkannya langsung ke akun Gubernur Sumsel Herman Deru untuk ikut menyuarakan agar harga karet stabil dan kembali naik karena sejak penyebaran Virus Corona harga karet belum membaik.

Harga karet dinilai petani semakin terpuruk dengan kebijakan Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) yang menentukan sepihak mekanisme pengukuran Kadar Karet Kering (K3) sehingga harga jual petani ke pabrik tidak sesuai keinginan mereka.

"Pak Gub Herman Deru tolong mekanisme pengukuran Kadar Karet Kering (K3) secara sepihak yang ditetapkan Gakpindo.

Semestinya penetapan K3 dilakukan melalui tes laboratorium bukan ditaksir sendiri oleh Gapkindo.

Cara sepihak yang diterapkan Gapkindo membuat harga di tingkat petani sangat murah tidak sebanding dengan harga kebutuhan pokok atau beras yang dibutuhkan petani," ujar cuitan Saiful Amil.

Menanggapi keluhan petani harga karet murah karena metode K3, Ketua Gapkindo Sumsel Alex K Eddy mengatakan K3 memang tidak dimiliki tolok ukur yang pasti karena tidak ada standar alat ukurnya dan tidak ada kriteria khusus bagaimana mengukur K3.

Menurutnya K3 selama ini hanya ditentukan berdasarkan taksiran.

Perusahaan menaksir berapa kadar karet yang dijual ke pabrik oleh petani. Harga taksiran perusahaan ini kemudian dinegosiasikan dengan petani atau tawar menawar.

"Jadi sistemnya tawar menawar. Kita taksir kadar karetnya berapa persen dan berapa harganya, selanjutnya jika petani setujuh harga yang kita tawarkan maka transaksi berlanjut.

Jika petani merasa harga tidak cocok atau lihat murah mereka bisa batal dan tidak jadi menjual karetnya dan silahkan jual ke pabrik lainnya karena masih banyak pabrik lain yang siap menampung karet petani," jelas Alex, Jumat (6/3/2020).


Alex mengatakan harga karet yang dibeli murni karet bukan karet dengan air atau karet isi tatal atau isian lainnya.
Sehingga jika dinilai Kade karet tidak bagus maka harga yang ditaksir bisa ditentukan.

Menurutnya petani juga berpengalaman menentukan kadar karet sehingga terciptalah tawar menawar.
Dia mengatakan jika petani tidak puas dengan harga yang ditawarkan pabrik itu sah saja sebab siapa pun yang berdagang prinsipnya pasti ingin untung.

Namun begitu juga sebaliknya pembeli juga berharap mendapat harga murah.

"Sampai kapan pun dua prinsip ini akan selalu berlaku yakni penjual ingin menjual mahal dan pemeli ingin harga murah, tapi jalan tengahnya ya tawar menawar, kalau cocok dibeli kalau tidak silakan terbuka menjual ke tempat lain," ujarnya.

Menurutnya harga karet dunia saat ini dibandrol 1,3 Dolla Amerika untuk harga karet kering.

Harga ini sejak lama tidak berenang dikisaran ini karena efek virus Corona ekspor ke Tiongkok stop total sehingga karet dunia tertekan karena produksi bertambah yang berasal dari Negera tetangga juga seperti Malaysia dan Thailand.

Stok ada dan permintaan sedikit maka lagi-lagi berlaku hukum permintaan dan penawaran karena konsumsi karet domestik juga sedikit sebab selama ini mengandalkan ekspor untuk pabrik ban.

Sumber>>> https://palembang.tribunnews.com/2020/03/06/harga-karet-rp-7000-petani-karet-lapor-herman-deru-atas-mekanisme-pengukuran-k3-oleh-gapkindo?page=2.


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.