Misteri 'Pembuang' Limbah Radioaktif di Batan Indah

Pembersihan limbah radioaktif di Komplek Batan (Sachril Agustin-detikcom)baturajaradio.com - Badan Tenaga Nuklir Nasional (Bapeten) masih mengidentifikasi soal temuan limbah radioaktif di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan. Pelaku 'pembuang' limbah pun masih terus dicari.
Bapeten belum bisa mengetahui apa limbah radioaktif tersebut sengaja dibuang oleh seseorang atau ada kemungkinan lain. Upaya investigasi pun dilakukan, termasuk melibatkan aparat kepolisian.
Adanya limbah radioaktif ini juga diyakini bukan berasal dari kebocoran fasilitas nuklir yang ada di Serpong. Fasilitas nuklir di Serpong dinyatakan aman. Tak ada kebocoran.
Hari ini, limbah radioaktif tersebut mulai diangkut ke Pusat Teknologi Limbah Radioaktif di Serpong Tangerang. Diperkirakan total akan ada 100 drum tanah mengandung radioaktif yang dicek.
Kepala Bagian Komunikasi Publik dan Protokol Bapeten Abdul Qohhar mengatakan, sebagian tanah yang terkontaminasi zat radioaktif telah diangkut. Dia menjelaskan Bapeten akan bekerja sama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) untuk melakukan proses identifikasi dari tanah yang sudah diambil itu.
"Jadi seperti kita, sidik jari. Itu zat radioaktif itu juga ada 'sidik jari'-nya masing-masing. Mudah-mudahan karena kan yang kemarin kami temukan serpihan-serpihan (dari tanah yang telah diangkut)," kata Abdul di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangsel, Minggu (16/2/2020).
Dia mengatakan, tak banyak yang menggunakan Cs 137, jenis unsur radioaktif yang ditemukan di Batan Indah. Pengguna Cs 137 akan tercatat di Batan atau di Bapeten. Bapeten akan melakukan pengecekan dan pendataan ke seluruh pengolah yang memakai unsur Cs 137 di seluruh Indonesia.
Abdul menjelaskan pengecekan dilakukan untuk melihat bagaimana suatu industri memakai unsur Cs 137. Menurutnya, Cs 137 yang sudah tidak digunakan wajib dilimbahkan ke Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) Batan.
"Nanti akan kami cek ke teman di Batan. Sumber (Cs 137) ini sudah habis, benar nggak ada di tempat Anda. Kami tahu Cs 137 itu 30 tahun ya. Seperti yang sudah banyak diketahui teman-teman, waktu paruhnya 30 (tahun). Artinya, kekuatannya akan menjadi setengahnya setiap 30 tahun berikutnya," kata dia.
"Kami melihat dari data pengguna, kemudian kami melihat yang masih aktif siapa, yang sudah melimbahkan siapa. Artinya, mungkin akan kami cek juga ke teman-teman Batan," ucap Abdul.
Selain itu, lanjutnya, Bapeten bekerja sama dengan polisi untuk melakukan identifikasi. Identifikasi dilakukan untuk mencari apakah ada unsur kesengajaan atau tidak.
"Dari kepolisian beda lagi. Jadi akan kami combine bersama. Mudah-mudahan investigasi ini akan memperoleh hasil. Kalau memang tadi yang disampaikan ini karena unsur kesengajaan, misalkan, siapa pelakunya itu bisa ketemu," pungkas dia.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Yusri Yunus mengatakan, pihak kepolisian akan menyelidiki hal tersebut.
"Kalau tugas kami iya, pengamanan iya. Ya kita juga pasti akan lidik. Tapi unsur ke sananya (dugaan unsur kesengajaan atau tidak), belum ada lah. Masih terlalu jauh lah," kata Yusr
Sumber>>https://news.detik.com/berita/d-4901581/misteri-pembuang-limbah-radioaktif-di-batan-indah/2

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.