Petani Jagung OKU Timur Terancam Gagal Panen

baturajaradio.com   - Petani Jagung di Kecamatan Bunga Mayang Kabupaten OKU Timur terancam gagal panen, hal ini disebabkan hama ulat grayak yang memakan daun bahkan bunga jagung yang baru tumbuh.

Cikwan yang merupakan Ketua Asosiasi Pengepul Jagung Nusantara Zona Sumatera Selatan mengatakan perlu modal dana Rp10 juta untuk menanam jagung khusus makan ternak ini sampai jagung siap panen.
“Jika sampai tanaman jagung ini gagal panen, dipastikan para petani jagung banyak yang mengalami kerugian, kerena hanya ini sumber mata pencarian mereka,” katanya, Senin (14/1).
Sudah berbagai macam jenis pestisida yang digunakan oleh para petani bahkan deterjen dicampur tembakau sudah dilakukan untuk membunuh hama ulat grayak tersebut, tetapi bukannya berkurang hama ulat semakin banyak.
“Untuk itu petani jagung meminta kepada Dinas Pertanian OKU Timur agar dapat mengatasi hama Ulat tersebut dengan serius. Karena dalam setahun saja bisa mencapai ratusan ribu ton jagung dari OKU Timur mengirim ke daerah  penampung jagung seperti Jambi, Lampung, Palembang, Padang dan juga Bogor,” ujarnya
Diharapkan kepada instansi yang terkait untuk serius dalam penangan hama ulat yang menyerang tanaman jagung, karena jika sampai gagal panen bakal terjadi kenaikan harga lagi dan petani jagung mengalami kerugian, mengingat harga jagung pipilan dikalangan petani saat ini mencapai 4500 perkilo.
Sementara Indra warga desa Sukabaru saat dikonfirmasi membenarkan, jika di desa mereka juga serangan hama ulat  tersebut tidak bisa dihentikan dengan pestisida.
“Selain Kecamatan Bunga Mayang, Petani jagung Kecamatan Jayapura yang tanaman jagung masih berumur tiga bulan tak luput dari serangan hama ulat jenis grayak,” pungkasnya. 
(https://www.detiksumsel.com/petani-jagung-oku-timur-terancam-gagal-panen/)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.