Memilih Makanan untuk Anak Jangan Sembarangan, Begini Caranya

Memilih Makanan untuk Anak Jangan Sembarangan, Begini Caranyabaturajaradio.com - Anak-anak butuh makanan yang kaya nutrisi demi menunjang perkembangan serta pertumbuhannya. Maka itu, Anda tidak bisa sembarangan memilih makanan untuk anak. Banyak makanan yang sebaiknya dihindari dan sebagian lagi wajib dikonsumsi. Lantas, bagaimana memilih makanan untuk anak? Makanan seperti apa yang ia butuhkan? Simak jawabannya berikut ini.

Cara memilih makanan untuk anak yang sesuai dengan kebutuhannya

Sebenarnya, setiap makanan memiliki kandungan gizinya masing-masing dan tak bisa dibandingkan satu sama lain. Ya, tak ada suatu makanan yang paling ideal untuk diberikan pada si kecil. Agar si kecil bisa mendapatkan nutrisi yang baik, maka makanan yang diberikan haruslah beragam. Lalu, bagaimana cara memilih makanan untuk anak agar kebutuhan nutrisinya terpenuhi dengan baik?

Pilih jenisnya terlebih dahulu

1. Makanan sumber karbohidrat


Makanan sumber karbohidrat adalah makanan utama bagi otak dan bahan untuk dijadikan energi.  Makanan seperti sereal, roti, beras, pasta, dan mi baik untuk disajikan tersebut di waktu makan. Berikan si kecil sumber karbohidrat dengan nilai indeks glikemik rendah seperti pasta dan roti gandum akan memberikan energi untuk waktu yang lebih lama.

2. Lauk-pauk nabati dan hewani


Daging tanpa lemak, ikan, ayam, dan alternatif daging seperti telur, kacang, tahu, dan biji-bijian dapat memenuhi kebutuhan zat besi, zink, vitamin B12, omega-3, asam lemak dan protein untuk pertumbuhan dan perkembangan otot anak Anda. Zat besi dan asam lemak omega-3 juga sangat penting untuk perkembangan otak anak dan membantu anak dalam belajar.

3. Buah dan sayuran


Buah dan sayur membantu anak melindungi tubuh dari penyakit, karena mengandung vitamin, antioksidan, serat, mineral, dan air. Anak berusia 4-8 tahun membutuhkan setidaknya 1½ potong buah dan 4½ sajian sayuran setiap harinya. Daripada memberikan anak Anda sajian sayuran dalam jumlah banyak, Anda dapat memberikan sajian sayuran dalam porsi kecil namun beragam. Contohnya, Anda dapat menawarkan anak Anda 1 cangkir sayuran hijau; ½ cangkir brokoli, wortel atau polong; ½ kentang berukuran sedang dan 1 tomat berukuran sedang.

4. Susu dan produk susu lainnya


Susu, keju, dan yogurt mengandung protein dan kalsium yang baik untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Ketika anak Anda masih bayi, ASI dan susu formula adalah susu terbaik hingga dia berumur 12 bulan. Setelah itu, dia mulai meminum susu sapi sebelum menggantinya dengan susu rendah lemak di umur 2 tahun. Untuk mendapatkan asupan kalsium yang cukup, anak dengan umur:
  • 2-3 tahun membutuhkan 1½ sajian produk susu sehari
  • 4-8 tahun membutuhkan 1½-2 sajian produk susu sehari
  • 9-13 tahun membutuhkan 2½ – 3½ sajian produk susu sehari
  • Di atas usia 13 tahun membutuhkan 3½ sajian produk susu sehari
Satu sajian produk susu bisa berupa satu gelas susu atau dua lembar keju atau 200 gram yogurt.

5. Air putih


Air putih merupakan minuman terbaik untuk anak Anda. Minuman manis seperti jus buah, minuman anggur manis, minuman isotonik, air berperisa, soda, dan susu berperisa hanya akan mengisi tubuh anak Anda dengan timbunan gula. Kebanyakan gula justru akan membuat si kecil malas makan.
Anak yang terbiasa minum minuman manis berisiko memiliki berat badan berlebih, obesitas, dan kerusakan gigi. Jika anak Anda mulai mengonsumsi minuman manis sejak usia dini, hal ini dapat berlanjut menjadi kebiasaan jangka panjang saat ia dewasa nanti.

Makanan untuk anak juga harus disesuaikan dengan usianya

1. Makanan sehat dan makanan untuk bayi dan balita


Banyak orangtua mengenalkan sereal beras kepada bayi berumur enam bulan. Anda dapat memberikan sayuran, buah, dan daging yang telah ditumbuk sebagai tambahannya. Ketika berusia delapan bulan, banyak bayi yang siap untuk mencoba keju atau yogurt. Di umur 12 bulan, bayi Anda siap mencoba makanan sehat yang biasa dimakan keluarga Anda.
Mungkin, ketika si kecil beranjak besar, ia butuh makanan selingan. Pastikan jika makanan selingan yang Anda berikan penuh dengan nutrisi, jangan hanya permen atau kue manis yang bisa membuatnya mengalami kelebihan berat badan.

2. Makanan sehat dan makanan untuk anak taman kanak-kanak

Anak-anak prasekolah membutuhkan energi lebih banyak untuk bermain dan belajar. Sarapan yang baik sangatlah penting, karena sarapan dapat membantu anak Anda untuk memulai awal yang baik untuk kebutuhan nutrisi hariannya.
Anak Anda mungkin sangat pilih-pilih makanan di usia ini. Jika dia tidak antusias untuk mencoba makanan baru, Anda dapat menyiasatinya dengan meminta saran dan ide dari si kecil seputar menu makan keluarga yang sehat. Ketika anak ikut andil dalam keputusan memasak, ia akan turut memakan menu tersebut.

3. Makanan sehat untuk anak usia sekolah


Pada umur ini, anak Anda mungkin sibuk dengan kehidupan sosialnya, uang jajan yang diberikan, dan pilihan pribadi mengenai makanan kesukaan. Ia juga mudah dipengaruhi teman dan perkembangan tren, jadi ini merupakan waktu yang baik untuk menyampaikan alasan tentang makan makanan sehat.
Contohnya, Anda dapat menjelaskan kepada anak Anda bahwa sarapan sehat dapat membantunya konsentrasi di sekolah dan memiliki energi untuk beraktivitas. Berbagi makanan sehat dan snack dengan anak Anda yang masih di bangku sekolah dapat mendorongnya untuk memakan makanan bernutrisi dan mengembangkan rutinitas makan hariannya.
Ketika Anda mengemas bekal sekolah, Anda dapat memasukkan makanan sehat di dalamnya. Masukkan sayuran, buah, produk susu, daging atau telur, makanan sumber karbohidrat yang penuh serat – contohnya roti gandum – dan air putih.

4. Makanan sehat untuk remaja


Anak anda yang masih remaja umumnya  akan lebih mandiri mengenai pilihan makanannya. Dia juga akan mengalami banyak tekanan hidup. Biasanya, karena hal itu anak remaja Anda akan lebih pemilih dalam mengonsumsi makananya atau mencoba diet ini-itu. Namun, berikan pengertian lagi padanya jika semua makanan sebenarnya baik, hanya perlu diatur saja porsinya. Anda juga harus menjadi role model, jadi terapkan juga pola hidup yang sehat agar ia mengikuti Anda.

Kehabisan akal untuk bikin si kecil suka makanan sehat? Lakukan trik jitu ini

Anda akan memiliki peran penting untuk membantu anak memilih makanan bernutrisi di setiap umur mereka. Namun, terkadang tak mudah untuk membuatnya suka makanan sehat. Nah, berikut beberapa cara terbaik dan menyenangkan untuk memperkuat pola makan sehat:
  • Ajak anak Anda dalam merencanakan dan membuat menu makanan
  • Makan bersama dengan keluarga, bila memungkinkan setiap malam
  • Sediakan semangkuk potongan buah segar atau sayur potong untuk camilan siap santap
  • Tingkatkan ragam jenis makanan dan tetap berikan makanan sehat
  • Hanya sajikan makanan sehat dan bernutrisi di dalam lemari makanan dan kulkas Anda, dan tinggalkan makanan ringan yang tinggi kalori.
(https://hellosehat.com/parenting/nutrisi-anak/pilihan-makanan-untuk-anak/)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.