Memanfaatkan Big Data Untuk Membangun Satu Data Indonesia

Baturajaradio.com - Presiden Joko Widodo dalam Pidato Kenegaraan di depan Sidang Bersama DPD dan DPR RI, 16 Agustus yang lalu menyatakan bahwa data adalah jenis kekayaan baru bangsa yang lebih berharga dari minyak. Tantangan BPS sekarang adalah menyediakan data berkualitas, bukan hanya dari sensus, survei, dan data administrasi, tetapi juga memikirkan bagaimana memanfaatkan Big Data yang begitu luar biasa untuk membangun Satu Data Indonesia yang berdasarkan prinsip:
- Memenuhi standar data;
- Memiliki metadata;
- Memenuhi kaidah interoperabilitas data;
- Menggunakan kode referensi dan data induk.

Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten OKU, Ir. Budiriyanto, MAP yang membacakan sambutan Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia pada acara Apel memperingati Hari Statistik Nasional di halaman kantor BPS Kabupaten OKU, Kamis (26/9) yg diikuti seluruh pegawai, karyawan, Dharma Wanita Persatuan BPS Kabupaten OKU dan mitra statistik perwakilan seluruh kecamatan di Kabupaten OKU.

Menurut Budiriyanto, tahun ini, tema yang diangkat adalah “Menuju Indonesia Maju dengan SDM dan Data Berkualitas”. Tema ini sejalan dengan program prioritas Pemerintah selama lima tahun ke depan, yaitu pembangunan SDM, dengan menitikberatkan pada Kesehatan, Pendidikan Vokasi, Lembaga, dan Manajemen Talenta. Kompleksitas permasalahan yang dihadapi tentu menuntut keakurasian dalam pengambilan keputusan. Data statistik menjadi sangat penting untuk menguraikan kompleksitas tersebut agar Pemerintah memiliki landasan yang kuat untuk penyusunan kebijakan di berbagai bidang.

Di sinilah peran BPS sebagai penyedia official statistics menjadi sangat penting. Di tengah membanjirnya data dengan volume (ukuran), variety (jenis), dan velocity (kecepatan) yang begitu luar biasa yang disebut Big Data, BPS sebagai lembaga penyedia official statistics di Indonesia menghadapi tantangan baru.

Definisi data telah berubah dan data harus dipahami secara lebih luas. Dalam Perpres No. 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia, disebutkan data adalah catatan atas kumpulan fakta atau deskripsi berupa angka, karakter, simbol, gambar, peta, tanda, isyarat, tulisan, suara, dan/atau bunyi, yang merepresentasikan keadaan sebenarnya atau menunjukkan suatu ide, obyek, kondisi, atau situasi. Oleh karena itu, kita harus terus menerus melakukan inovasi dengan menggunakan metodologi dan teknologi terkini agar tidak ketinggalan dari National Statistical Offices lain.

Untuk bisa melakukan itu semua, BPS juga harus terus membangun SDM BPS yang tersebar di seluruh penjuru tanah air. Dalam upaya meningkatkan kualitas SDM BPS, berbagai pelatihan, workshop, technical
assistance, dan seterusnya telah sering diselenggarakan dengan narasumber dari ABS, IMF, UNSD, UNFPA, dan lain-lain. Tidak sedikit juga pegawai BPS yang mendapat kesempatan ke luar negeri untuk peningkatan kapasitas dalam bentuk conference, study visit, workshop, dan sebagainya.

Disadari selama ini capacity building untuk bidang teknis masih jauh lebih banyak daripada nonteknis. Layaknya pisau, jika tidak pernah diasah tentu lama-lama akan tumpul. Tentunya falsafah ini juga berlaku untuk kemampuan nonteknis. Oleh karena itu, ke depan, saya harap capacity building untuk nonteknis, seperti pelatihan administrasi, arsiparis, menulis, Bahasa Inggris, kesekretarisan, keprotokolan, dan lain-lain, bisa semakin diperbanyak sehingga upaya pembangunan SDM di lingkungan BPS bisa menjangkau seluruh pegawai dan setiap pegawai bisa memperoleh pengembangan kompetensi. Hal ini sesuai dengan PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil yang menyatakan pengembangan
kompetensi bagi setiap PNS dilakukan paling sedikit 20 jam pelajaran dalam satu tahun.

Peningkatan kapasitas tidak harus secara formal, tetapi bisa juga dilakukan secara informal. Misalnya, kalau ingin belajar Bahasa Inggris bisa dengan cara mendengarkan musik dan berlatih menulis liriknya, menonton film berbahasa Inggris tanpa subtitle, membaca satu artikel berbahasa Inggris setiap hari, dan seterusnya. Knowledge sharing juga bisa dilakukan dengan pegawai yang lain, misalnya tentang Big Data, Public Speaking, dan topik-topik lain yang berguna untuk pengembangan kapasitas pegawai. Prinsipnya, ditekankan bahwa untuk menghasilkan SDM Indonesia yang unggul, SDM BPS juga harus unggul.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.