KLHK Segel 52 Perusahaan Pembakar Hutan dan Lahan, Paling Banyak di Kalbar


KLHK Segel 52 Perusahaan Pembakar Hutan dan Lahan, Paling Banyak di Kalbarbaturajaradio.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memantau titik hotspot sejak Juli 2019 di Kalimantan dan Sumatera. KLHK menyegel 52 perusahaan terkait kebakaran hutan dan lahan.

"Kami sampaikan kami melihat melalui sistem intelijen yang kami bangun di penegakan hukum ini karena perlu penguatan sistem. Kami melihat ada kenaikan hotspot pada bulan Juli, bulan Maret kami tidak melihat hotspot maka kami kirim surat peringatan kepada perusahaan yang terindikasi adanya hotspot kami memohon meminta kepada mereka untuk menanggulangi segera ini," kata Dirjen Penegakan Hukum KLHK Rasio Ridho Sani dalam diskusi 'Karhutla: Kebakaran Hutan Lagi?' di Gado-gado Boplo, Jalan Cikin Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (21/9/2019).


Rasio mengatakan adai 52 perusahaan yang sudah disegel dan dia memprediksi jumlah tersebut akan bertambah. Provinsi yang terbanyak berada di Kalimantan Barat.

"Terus kami melakukan monitoring tapi pada bulan Juli-Agustus ada peningkatan, kami melakukan upaya ke lapangan dan kami melakukan proses penyegelan saat ini ada sekitar 52 perusahaan sudah kami segel dan akan bertambah. Paling banyak Kalimantan Barat, Riau, dan Kalimantan Tengah. Ada di Jambi, Sumatera Selatan, dan di Kalimantan Timur," ujar Rasio.


Menurut dia, penyegelan ini salah satu langkah penegakan hukum sangat tegas kepada semua pihak di lokasi-lokasi kebakaran. Dari 52 perusahaan yang telah disegel, ada 5 perusahaan telah ditetapkan tersangka.

"Dari 52 ini, kami sudah menetapkan tersangka kepada 5 perusahaan. Kemudian juga ada beberapa lokasi kami berkoordinasi dengan pihak kepolisian, kepolisian juga melakukan penetapan tersangka, ada di Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, dan ada di Riau," ujar Rasio.



Rasio menjanjikan penegakan hukum lebih tegas kepada perusahaan pembakar hutan dan lahan akan dilakukan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Nama perusahaan tersebut pun akan diungkap ke publik. "Kami akan melakukan penegakan hukum secara lebih tegas lagi dari 2015. Kami sudah menyampaikan beberapa nama perusahaan yang kami lakukan penetapan tersangka," imbuhnya.

Sebelumnya, kabut asap pekat imbas kebakaran hutan dan lahan masih menyelimuti langit Riau. Jarak pandang di Kabupaten Pelalawan paling parah cuma tembus 400 meter.

BMKG Pekanbaru, Sabtu (21/9/2018) merilis hotspot atau titik panas di Riau. Pada level confidence 50 persen, di Riau terdeteksi ada 198 hotspot.

Namun jumlah ini pada level 70 persen, jumlah hotspot yang diperkirakan ada titik api menjadi 129 lokasi. Titik panas ini ada di Bengkalis 13! Meranti 1, Kuansing 2, Pelalawan 18, Rohol 38, Inhil 47, dan Inhu 10.

Masih banyaknya titik panas ini membuat asap belum beranjak dari Riau. Data BMKG Pekanbaru menyebutkan jarak pandang di Pekanbaru hari ini maksimal hanya 700 meter.


Sumber.>>(https://news.detik.com/berita/d-4715455/klhk-segel-52-perusahaan-pembakar-hutan-dan-lahan-paling-banyak-di-kalbar/2)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.