Banner

Banner
Kapolres OKU

1.000 Personel Satgas Gabungan Siaga di Desa Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan di Sumsel

1.000 Personel Satgas Gabungan Siaga di Desa Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan di Sumselbaturajaradio.com -Persoalan kebakaran hutan kebun dan lahan (Karhutbunla) kini kembali menjadi ancaman serius di provinsi Sumsel.

Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan bergerak cepat dalam mengerahkan tim dalam menekan Karhutbunla.

Pangdam saat kunjungan dan ramah tamah dengan Bupati Muba di Griya Bumi Serasan Sekate, Rabu (7/8/19) malam mengatakan, kebakaran hutan dan lahan menjadi perhatian besar Presiden Joko Widodo.

"Di wilayah Sumsel khususnya sudah terdapat peningkatan hotspot yang terjadi khususnya Kabupaten Ogan Ilir (OI), OKI, PALI, Banyuasin, dan Muba."

"Nah khusus Kabupaten Muba sudah terpantau hotspot tapi tidak terlalu banyak," ujarnya.

Terlebih lagi pada Rabu kemarin pihaknya sudah meninjau titik hotspot terjadinya karhutla di Kabupaten OI, dimana ada 5 titik api membuat jalan TOL tertutup asap.

"Sampai pukul 18.00 WIB, Rabu (7/8/19) 5 titik api yang berada di TOL Palindra berhasil kita padamkan," jelasnya.

Ia menambahkan, dari data BPBD di Sumsel lahan yang terbakar dan sedang terbakar mencapai 257,9 Hektare.

Diperkirakan dari bulan Januari sampai Agustus sekitar 300 hektare lahan yang terbakar khususnya di Sumsel.

"Perintah Pak Presiden dari jumlah yang ada jangan bertambah lagi, oleh karena itu harapan kita semua Satgas yang tergabung dalam pencegahan karhutla terus berjuang melakukan pencegahan dan pemadaman karhutla."

"Saat ini terdapat 1.000 orang Satgas gabungan sudah ada di desa-desa yang rawan karhutla," ungkapnya.

Disinggung mengenai penyebab kebakaran lahan yang terjadi di Kabupaten OI tepatnya di TOL Palindra, Jendral bintang dua ini menyebutkan kemungkinan kebakaran lahan disebabkan oleh ulah manusia.

"Kemungkinan besar ulah manusia, tapi orangnya belum ketemu. Kebakaran itu kemungkinan besar itu orang dan saat ini masih pencarian, mungkin saja orang yang membuang puntung rokok."

"Selain itu kita minta lahan-lahan yang terbakar di data pemiliknya sehingga harus ada upaya dalam pencegahan," ujarnya.

Sedangkan kabupaten Muba sendiri sudah memiliki anggota sebanyak 110 orang dan dibantu Polri serta Manggala Agni dan BPBD Muba.
"Kabupaten Muba masih relatif aman dan ISPO nya masih baik, Sumsel sendiri ISPO nya masih relatif aman."

"Dandim di Sumsel harus ada di tempat lakukan sosialiasi dan pecegahan, untuk masyarakat saya imbau jangan membuka hutan dan lahan serta kebun dengan cara dibakar," jelasnya.

Sementara itu, Bupati Muba H Dodi Reza Alex, menyebutkan upaya dalam penanggulangan karthutla merupakan komitmen penuh Pemkab Muba dalam mencegah karhutla terus digalakkan karena efek yang ditimbulkan oleh karhutla sangat luar biasa.

Pihaknya akan mengalokasi pemberian bantuan alat berat dalam membantu para masyatakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

"Setiap desa akan kita diberikan bantuan alat membuka lahan dananya sendiri bersumber dari dana desa dan APBD Muba."

"Sosialiasi dan pencegahan terus dilakukan dari tingkat desa hingga kecamatan, kades dan camat sebagai garda terdepan dalam pecegahan karhutla di Kabupaten Muba ini," pungkasnya. (https://sumsel.tribunnews.com)
 


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.