Banner

Banner
Pemkab OKU

Penarik Becak di Kota Muaradua OKU Selatan Tergusur, Ini Harapan Mereka yang Masih Bertahan

Penarik Becak di Kota Muaradua OKU Selatan Tergusur, Ini Harapan Mereka yang Masih Bertahanbaturajaradio.com -Seiring dengan perkembangan teknologi yang memiliki dampak pada kendaraan tradisional seperti halnya kendaraan roda tiga dengan dikayuh yakni Becak.

Dampaknya, kendaraan angkutan jasa tanpa polusi tersebut kini hanya tinggal menyisakan lebih kurang 50 unit beroperasoi dalam Kota Muaradua, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan yang masih beroperasi.

Dihimpun di lapangan, salah serorang penarik becak Ismail mengatakan angkutan Becak tergusur sehingga banyak becak sudah melapuk di pekarangan rumah pemiliknya dan dibiarkan berada didalam gudang karena tidak dioperasikan.

Hal itu diungkapkan Ismail, salah seorang penarik becak yang telah 10 tahun lebih menarik becak di Kota Muaradua.

"Dulunya ada kisaran 60 unit becak, tapi sekarang banyak juga yang tidak digunakan, atau hanya parkir saja di rumah, karena penumpang yang sepi," terangnya, Kamis (11/7/2019).

Menurutnyanya, jasa angkutan lain lebih diminati penumpang dibandingkan dengan angkutan becak, sehingga menyebabkan tarikan penumpang sepi, sehingga beberapa pengemudi becak beralih profesi.

Terkait penghasilan dan pendapatan setiap harinya Ismail menuturkan terkadang tak menentu, dalam sehari ia hanya meraih uang bersih sekitar 40 ribu rupiah, hingga mencapai 80 ribu rupiah.

"Kadang pernah mencapai Rp 100 ribu, namun hanya di waktu mujur saja, karena yang pesan biasanya belanja alat rumah tangga atau mau pindahan,"terang Ismail.

Sementara pengendara becak lainnya Ujang, mengharapkan jasa angkutan becak tetap dilestarikan khusunya di Kota Muaradua.

"Kita berharap pada kegiatan pemerintahan, kendaraan angkutan becak dapat dilibatkan, sebagai jasa angkutan tradisional,"harap Ujang. (https://palembang.tribunnews.com)



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.