Kekeringan Meluas di Kabupaten Banyumas

Kekeringan. Ilustrasibaturajaradio.com -Jumlah warga di Kabupaten Banyumas yang terdampak kekeringan, terus bertambah. Terakhir, Kepala BPBD Banyumas Ariono Poerwanto menyebutkan, jumlah desa yang sudah mendapat pasokan air bersih mencapai 16 desa di 11 kecamatan.

''Desa terbanyak mendapat pasokan air adalah Desa Nusadadi Kecamatan Sumpiuh dan Desa Kediri Kecamatan Karanglewas. Desa Nusadadi sudah mendapat pasokan 12 tangki air, sedangkan Desa Kediri sudah mendapat pasokan 11 tangki air,'' jelasnya, Ahad (14/7).

Dia menyebutkan, kedua desa tersebut mendapat pasokan paling banyak, karena warganya sudah mengalami kesulitan air sejak awal musim kemarau sekitar akhir Mei 2019.

Sedangkan warga desa yang baru belakangan ini mengalami kesulitan air, antara lain warga di Desa Karanggedang Kecamatan Sumpiuh yang baru mendapat pasokan air bersih 4 tangki, Desa Panusupan Kecamatan Cilongok sebanyak 5 tangki, Desa Buniayu Kecamatan Tambak sebanyak 4 tangki, Desa Sawangan Kecamatan Kebasen, dan Desa Gancang Kecamatan Gumelar yang masing-masing baru mendapat 1 tangki air.

Ariono menyebutkan, dengan kegiatan droping air yang dilakukan BPBD, maka sejauh ini sudah 5.074 keluarga atau 17.692 jiwa yang mendapat bantuan air bersih. Sedangkan volume air bersih yang disalurkan mencapai 540.000 liter atau 108 tangki air.

Dia juga menyatakan, hingga saat ini anggaran untuk melakukan kegiatan droping air masih memadai. Hal ini mengingat pada kemarau tahun 2019 ini, BPBD mendapat alokasi anggaran untuk melakukan droping air sebanyak 1.000 tangki.

Meski demikian, dengan semakin banyaknya desa-desa yang terdampak kekeringan, dia menyebutkan kebutuhan untuk melakukan dropping air juga akan semakin meningkat. ''Untuk itu, kami berharap dunia swasta di Banyumas nantinya bisa membantu kami melakukan droping air bersih sebagai bentuk kepedulian kita pada warga yang terdampak kekeringan,'' katanya. (https://nasional.republika.co.id)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.