Disdik Sumsel Kirim Tim Investigasi ke SMA Taruna Indonesia

Disdik Sumsel Kirim Tim Investigasi ke SMA Taruna Indonesiabaturajaradio.com -Terkait kematian mendadak Delwyn Berli Juliandro (14) saat mengikuti Masa Orientasi Siswa (MOS) di SMA Semi Militer Plus Taruna Indonesia Palembang, Dinas Pendidikan Sumsel mengirimkan tim untuk melakukan investigasi.

Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Widodo mengatakan, tim investigasi tersebut akan menyelidiki sistem MOS yang dilakukan panitia di sekolah tersebut.

Semua itu dilakukan untuk mencari apakah ada unsur kelalaian maupun kesengajaan yang menyebabkan kematian Delwyn dalam kegiatan MOS.

Apakah hal ini kesalahan tindakan atau suatu kejadian di luar keinginan panitia, yang akan menjadi rujukan apakah Disdik nanti.

Kami sudah melakukan teguran keras, sudah saya wanti-wanti agar MOS bebas dari kekerasan fisik maupun mental,” ujar Widodo, Minggu (14/7).

Dirinya menjelaskan, berdasarkan laporan awal pihak yayasan, sekolah tersebut berdiri pada 2005, SMA Taruna Indonesia Palembang mengadopsi sistem yang diterapkan pada SMA Taruna Nusantara.

Pelibatan pihak manapun, termasuk unsur TNI dalam pembentukan karakter, kata Widodo, diizinkan dalam rangka membentuk karakter pada siswa. 

Sepanjang kegiatannya tidak berlebihan, apalagi menyimpang dari tujuan sekolah yaitu mendidik. Kurikulum mereka pun sama, kurikulum nasional hanya berbeda dipembentukan karakternya saja,” tuturnya.

Widodo berharap, kematian Delwyn menjadi yang terakhir dalam dunia pendidikan di Sumsel. Kegiatan masa orientasi, kata dia, ditujukan secara penuh kesadaran untuk membuat siswa baru merasa nyaman, diterima dan mendidik agar lebih mengenal lingkungan sekolah di tingkatan lebih tinggi.

Tidak ada lagi tindakan yang mengakibatkan kejadian seperti itu yang bisa jadi alasan pembenaran. Proses hukumnya, ada tidaknya tindak pidana pihak kepolisian telah melakukan penyelidikan. Kita serahkan semua ke polisi, kita tunggu hasilnya,” tandasnya. (http://www.rmolsumsel.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.