Banner

Banner
Pemkab OKU

BPS OKU Lakukan Survei Wisatawan Nusantara (Wisnus) Tahun 2019

Baturajaradio.com - Aktivitas pariwisata di Indonesia sudah mulai tumbuh dan berkembang, bahkan mulai menjadi trend dan gaya hidup tersendiri dalam masyarakat. Sehingga kegiatan pariwisata diharapkan dapat menjadi sektor andalan yang mampu menggerakkan sektor-sektor ekonomi lain yang terkait erat. Pemerintah selain gencar menarik minat wisatawan mancanegara untuk meningkatkan devisa, juga sedang berusaha untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan nusantara (wisnus).

Demikian disampaikan Kepala BPS Kabupaten OKU,  Ir.  Budiriyanto,  MAP usai melakukan pembukaan pelatihan Petugas Lapangan Pendataan Survei Wisatawan Nusantara Tahun 2019, Selasa (9/4) di Grand Hotel Kemuning Baturaja.

Menurut Budiriyanro,  meskipun wisnus tidak mendatangkan devisa bagi negara, namun tidak bisa dipandang sebelah mata, terutama kemampuannya dalam menggerakkan perekonomian negara melalui peningkatan konsumsi rumah tangga. Perjalanan yang dilakukan oleh wisatawan nusantara mampu menghidupkan sektor angkutan, perhotelan, industri kreatif, dan lain sebagainya.

Kegiatan pendataan wisnus dimulai sejak tahun 1981. Kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu modul dalam Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) setiap 3 tahun sekali yang dilaksanakan pada tahun 1984, 1991, 1994, 1997, 2002, 2003, dan 2008. Angka tahunan yang digunakan merupakan proyeksi dari data hasil kegiatan tersebut. Mulai tahun 2011, seiring dengan perubahan periodesasi Susenas, pendataan wisnus dilakukan setiap tiga bulan (triwulanan). Kegiatan ini dicakup dalam Susenas KOR sehingga data tahunannya diperoleh dari gabungan empat triwulan. Data ini kemudian digunakan sebagai kerangka sampel dalam kegiatan Survei Profil Wisatawan Nusantara.

Namun sejak triwulan empat tahun 2014, kegiatan pendataan tersebut berhenti seiring dengan perubahan periode pendataan Susenas. Pada tahun 2015 hingga saat ini, Susenas KOR hanya dilakukan sekali setahun yaitu pada bulan Maret. Keadaan ini akan sangat berpengaruh jika data perjalanan (wisnus) diambil dari susenas KOR, terutama data mengenai jumlah perjalanan selama satu tahun. Pendataan profil wisnus pada tahun 2015 tidak menggunakan kerangka sampel dari data Susenas KOR karena pengolahan datanya belum selesai pada saat kegiatan dilakukan.

Mengingat pentingnya ketersediaan data dan informasi perihal kegiatan perjalanan beserta semua aspek yang terkait secara rinci, cermat, dan tepat waktu, maka diperlukan pengumpulan data-data tersebut secara terencana,berkesinambungan dan kontinyu. Salah Satu upaya yang dilakukan dalam mengumpulkan informasi tersebut adalah melalui kegiatan Survei Wisatawan Nusantara pada tahun 2019 untuk melanjutkan kegiatan yang serupa di tahun 2016, 2017 dan tahun 2018. Sejak Tahun 2018, kegiatan Survei Wisatawan Nusantara masuk sebagai program prioritas nasional.

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan arahan dan panduan bagi petugas pencacah maupun pemeriksa dalam melakukan pengumpulan data agar sesuai dengan prosedur dan tata cara yang telah ditentukan. Hal ini diharapkan bahwa data atau informasi yang diperoleh dari kegiatan ini, terutama mengenai berbagai karakteristik demografi maupun karakteristik perjalanan serta pengeluaran/konsumsi yang dilakukan oleh penduduk Indonesia dalam rangka melakukan perjalanan sesuai dengan tujuan yang diinginkan.

Survei Wisatawan Nusantara tahun 2019 dilaksanakan di 34 provinsi yang tersebar ke dalam 514 kabupaten/kota. Pendaftaran rumah tangga dilakukan dengan cara pemutakhiran pada tiap-tiap Blok Sensus yang terpilih sampel. Survei ini dilakukan secara triwulanan. Blok sensus yang terpilih pada triwulan I, ll dan III akan dilakukan pemutakhiran rumah tangga (updating) dan pencacahan sampeI rumah tangga yang melakukan perjalanan, sedangkan untuk triwulan IV hanya dilakukan pada kegiatan pemutakhiran rumah tangga saja tanpa dilakukan pencacahan sampel rumah tangga.

Kegiatan listing rumah tangga berlangsung tanggal  10 hingga 14 April 2019. Dilanjutkan pengambilan sampel ruta jalan tanggal 15 April 2019, kemudian pencacahan rumah tangga jalan hingga pada tanggal 16 hingha 20 April 2019  dengan jumlah petugas sebanyak 15 orang yang terdiri 3 petugas pengawas dan 12 orang pencacah lapangan.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.