Banner

Banner
Pemkab OKU

Massive Action 2019 LPDP Kampanyekan Pola Hidup Sehat

LPDP persembahkan Massive Action 2019 dengan tema gaya hidup hemat dan sehat, gerakan anti sampah plastik, dan pengenalan ragam profersi. SDN Kramat 09 Petang, Jakarta Pusat menjadi tuan rumah Massive Action 2019 pada Jumat (22/2).baturajaradio.com Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau biasa disingkat LPDP mengadakan program tahunan yaitu Massive Action 2019 di 27 Provinsi pada 21-25 Februari 2019.

Pada hari Jumat (22/2) SD Negeri Kramat 09, Jakarta Pusat menjadi salah satu dari empat tuan rumah yang diadakan di Jakarta. 

Massive Action 2019 adalah bagian dari rangkaian acara Sarasehan LPDP, sebuah gelaran tahunan sebagai wadah bagi seluruh insan LPDP untuk mengembangkan potensi dan bersinergi dalam membangun Indonesia. 

LPDP berkeinginan untuk melakukan sebuah gerakan pengabdian dengan memberikan edukasi kepada aset masa depan Indonesia sejak usia dini. Menurut Christian Hutabarat, ketua pelaksana Massive Action 2019 di tingkat nasional, kegiatan ini diharapkan bukan menjadi seremonial semata, namun merupakan langkah awal dari pengabdian-pengabdian besar penerima beasiswa LPDP lainnya.

Dalam pelaksanaan di daerah, Massive Action 2019 akan digiatkan oleh awardee LPDP yang tergabung dalam Mata Garuda Daerah di Provinsi Aceh, Jambi, Riau, Bengkulu, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, Maluku Utara, dan Papua. 

Menurut Ketua Mata Garuda LPDP Falma Kemalasari program ini telah diadakan di beberapa kota lainnya seperti Gorontalo, Lampung, Riau, Bogor, dan Depok. Program ini kata Falma juga akan berlangsung sampai tanggal 26 Februari 2019 karena mengikuti jadwal di sekolah-sekolah. Mata Garuda kata Falma adalah ikatan alumni LPDP yang isinya mencakup alumni dan awardee yang masih kuliah.

Berbeda dengan tahun sebelumnya yang targetnya adalah pelajar SMA, kali ini target program Massive Action 2019 adalah pelajar SD/MI/sederajat di 120 titik dan melibatkan 250 sekolah yang tersebar di 27 provinsi. Program ini bertajuk "Kami Kembali Untuk Mengabdi” dengan tema gaya hidup hemat dan sehat, gerakan anti sampah plastik dan pengenalan ragam profesi. 

Menurut Falma, tema tersebut digalakkan bukan tanpa sebab. Katanya, kalau dilihat dari perkembangan anak Indonesia sekarang banyak yang stunting. "Stunting itu pertumbuhan yang tidak sesuai dengan yang seharusnya. Kenapa? Karena banyak yang jajan di sekolah yang gak bener, gak baik buat gizi. Makanya tadi kita juga sarankan supaya bawa bekal dari rumah agar sehat dan gizinya cukup," kata Falma, Jumat (22/2).

Selain itu, menurut Koordinator Massive Action 2019 di SDN Kramat 09 Lu'ilyatul Mutmainah atau biasa disapa Iin dengan berhemat pun dapat sehat juga. "Kalau mau hemat sekalian bisa sehat juga seperti bawa minum pake tumblr, dan sebagainya," kata Iin, Jum'at (22/2).

Selanjutnya, mengenai gerakan anti sampah plastik kata Falma karena masalah yang sedang mendesak saat ini. "Plastik begitu banyak di Indonesia. Harus lebih waspada dan mengurangi penggunaan plastik. Makanya dimulailah dari sedini mungkin," kata Falma.

Adapun mengenai tema profesi, kata Iin, untuk mengarahkan cita-cita mereka kelak. "Tema profesi ya jika aku menjadi siapa nih. Goalnya ada membuat tulisan cita-cita mereka dan ditempel bareng-bareng. Nanti akan dilaunchingkan di acara LPDP welcoming alumni," kata Iin. 

Selain itu, menurut Inspirator Tema Profesi Dewi Nila mengharapkan dengan adanya program ini agar seluruh pelajar mengetahui ragam profesi yang dapat diraih oleh anak Indonesia kedepannya, seperti banker. "Paling engga dari event ini mereka jadi tau ada pekerjaan seperti banker. Jadi kalau ditanya cita-citanya lebih banyak pilihan. Tidak hanya guru atau dokter atau presiden," kata Nila, Jumat (22/2). Ia juga berharap agar seluruh anak di Indonesia, terlebih orang tua dan lingkungan sekolah lebih mengedukasi anak didiknya tentang peran bank dalam kehidupan sehari-hari. "Mungkin ada satu materi yang menjelaskan bahwa menabung tidak hanya di celengan saja. Anak-anak Indonesia harus mengenal bahwasanya mereka kalau mau beli sesuatu pasti butuh peran bank dalam transaksi," kata Nila sambil menutup pernyataannya.

Selain Massive Action, terdapat beberapa rangkaian acara dalam Sarasehan LPDP 2019. Pertengahan Maret mendatang, seluruh penerima beasiswa LPDP akan diundang untuk hadir dalam Gala Awardee. Sarasehan LPDP juga akan memfasilitasi para penerima beasiswa untuk mengembangkan karir dan berjejaring dengan sesama awardee dalam acara bertajuk Pojok LPDP. Mereka akan digabungkan dalam tiga peminatan karir, diantaranya akademisi, entrepreneur, dan profesional.

Sarasehan ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi seluruh insan LPDP terutama awardee dan alumni untuk membangun kolaborasi yang dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat secara luas. Erbi Setiawan, Ketua Pelaksana Sarasehan LPDP 2019 menyebutkan jika awardee LPDP adalah laboratorium intelektual bangsa Indonesia yang harus dimanfaatkan untuk membangun bangsa Indonesia. “Lebih dalam lagi, perlu disadari bahwa awardee LPDP hadir di tengah masyarakat tidak hanya menjadi generasi penerus bangsa, tapi juga melengkapinya sebagai generasi pelurus bangsa,” ujarnya. (https://republika.co.id)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.