Kepsek Dengan Guru Tidak Harmonis, Begini Jadinya

Kepsek Dengan Guru Tidak Harmonis, Begini Jadinyabaturajaradio.com -Hubungan beberapa guru honor di SDN 71 Desa Negeri Sindang Kecamatan Sosoh Buay Rayap Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), kini kurang harmonis dengan kepala sekolah mereka.

Lantaran para guru honor merasa tidak puas dengan peraturan yang diterapkan Kepala Sekolah mereka yang dinilai mereka tidak adil.

Hal itu bermula pada Sabtu kemarin. Dimana Kepala Sekolah menggembok pintu pagar sekolah tersebut. 

Ini dikarenakan beberapa guru termasuk guru honor belum tiba di sekolah sehingga membuat para guru honor harus memanjat pagar sekolah saat hendak masuk ke sekolah.

Para guru mengaku kebijakan yang diterapkan Kepsek memang bagus. Yakni harus masuk tepat waktu. Namun mereka merasa penerapan itu tidak diikuti si pembuat peraturan yakni kepala sekolah mereka sendiri.

"Kami tidak masalah, tapi Kepsek sendiri sering tidak masuk. Dia terapkan harus disiplin, tapi dia sendiri tidak disiplin," ucap Desi didampingi beberapa guru Honor, Senin (18/3).

Selain itu mereka juga merasa ada ancaman dari kepsek yang hendak memberhentikan para guru honor lantaran kejadian itu.

"Kami honor sudah ada yang 14 tahun serta lima tahun, jadi dengan adanya ucapan itu kami merasa tidak tenang, kami minta Kepsek tidak sewenang-wenang dan arogan," tambah mereka.

Lebih jauh diakui mereka, soal peraturan yang dibuat Kepsek, mereka pribadi sangat mendukung. Namun, sebagai tenaga honorer mereka juga punya hak apalagi jumlah tenaga pengajar di sekolah itu paling banyak adalah guru honor.

"Entah mengapa pas hari itu kami guru honor banyak yang telat, sebelumnya tidak pernah. Kami sempat dimarahi sesaat setelah kejadian itu. Serta ada ucapan ingin memberhentikan kami, kami sudah lama mengabdi di sini pak, masa iya segitunya. Yang jelas kami sangat mendukung kedisiplinan, tapi semua harus konsisten, jangan hanya kami saja," ujar mereka.

Terpisah, Kepsek SDN 71, Romila saat dihubungi wartawan mengakui ada ucapannya mengenai ingin memberhentikan. Namun kata dia, tidak ada niatan untuk memberhentikan bawahannya itu secara sepihak. Melainkan hanya ingin mengajarkan para guru untuk disiplin.

"Saya ingin menegakan disiplin di sekolah yang saya pimpin, waktu itu memang guru yang telat saya panggil. Saya memang keras, tapi tidak ada niatan untuk memberhentikan guru honor di sekolah saya pimpin," jelasnya. (http://www.rmolsumsel.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.