Banner

Banner
Kapolres OKU

Jalan Desa Belandang OKU Rawan Longsor, Polisi Lakukan Pengamanan Jalur

Jalan Desa Belandang OKU Rawan Longsor, Polisi Lakukan Pengamanan Jalurbaturajaradio.com -Jalan di Desa Belandang Kecamatan Ulu Ogan Kabupaten Ogan Komering Ulu tergerus air sehingga mengakibatkan bahu jalan longsor dengan kedalaman sekitar 10 M dan lebar 1 M, Jumat (1/3/2019) dini hari.

Munurut informasi, jalan tergerus air ini mengalami longsor mengakibatkan arus lalu lintas menjadi terhambat karena jalan menjadi sempit dan hanya bisa dilewati mobil kecil saja.
Padahal ini merupakan jalan utama yang merupakan urat nadi.

Longsornya jalan poros ini akibat hujan deras sehingga air dari perbukitan melewati jalan raya lalu turun ke DAS (Daerah Aliran Sungai) Ogan.

Peristiwa jalan longsor ini terjadi sekitar pukul 03.00 dini hari.

Terpisah Kapolsek Ulu Ogan Ipda Edi Hernata yang dihubungi via telepen membenarkan ada jalan longsor.” Benar ada jalan tergerus air lalu longsor, “ kata Kapolsek seraya menambahkan Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam musibah alam ini.

Dikatakan Kapolsek lokasinya tidak jauh tepatnya sekitar 500 meter menujuk Mako Polsek Ulu Ogan.

Dikesempatan tersebut Kapolsek menjelaskan, begitu mendapat informasi ada jalan longsor unsur tripika terdiri dari Camat Ulu Ogan Iyan Kurniawan SSTP , Danramil Kapten Inf Abu Bakar dan kapolsek langsung berkoordinasi.

Langkah-langkah yang dilakukan memasang Police Line dan mengatur lalu lintas di jalan yang longsor.
Kemudian Camat Ulu Ogan Iyan Kurniawan SSTP bersama-sama aparat terkait mengimbau para pengendara agar berhati-hati saat melewati jalan yang longsor untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Sebab akses jalan menjadi sangat sempit dan hanya bisa dilewati mobil kecil saja.

Kasus bahu jalan longsor di Desa Belandang ini kata Kapolsek sudah dilaporkan ke BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten OKU.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan untuk sementara dilakukan Pam jalur oleh anggota Polsek Ulu Ogan dijalan yang longsor.

Sementara itu, menurut Damrail Pengandonan Kapten Inf Abu Bakar menjelaskan, dari Simpang Gunungmeraksa sampai ke Mendigin kondisi jalan memang rawan abrasi.

Posisi jalan berada dibawah perbukitan (disebalah kiri jalan) sedangkan disebalah kanan jalan jurang yang dalam sampai ke DAS (Daerah Aliran Sungai) apabila hujan turun cukup deras maka air dari perbukitan akan jatuh ke badan jalan menuju sungai.

"Kami berharap pihak terkait segera mencarikan solusi penangggulangan darruat jalan ini, sebab bila tidak maka dikhawatirkan jalan akan putus.” kata Danramil.


(http://palembang.tribunnews.com/2019/03/01)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.