Banner

Banner
Kapolres OKU

Pemprov Sumsel Gerah Dengan Informasi Kenaikan Harga Komodit

Pemprov Sumsel Gerah Dengan Informasi Kenaikan Harga Komoditibaturajaradio.com -Informasi terkait kenaikan harga komoditi belakangan ini, cukup membuat gerah Pemerintah dan pihak terkait seperti Bulog dan Bank Indonesia. Dimana, informasi kenaikan harga yang diakibatkan suasana politik saat ini, tidak dibenarkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel).

Melalui Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sumsel,Yohanes H Toruan, Pemprov memastikan jika informasi kenaikan harga yang signifikan belakangan ini tidak benar.

"Sebenarnya kami sebagai Aparatur Pemerintah ini serba salah. Dimana serba salah ini seolah-olah pemerintah ini ikut berpolitik. Tapi hal ini harus kita buka karena berkaitan dengan informasi sebenarnya yang diberikan ke masyarakat terhadap permasalahan harga bahan kebutuhan pokok di pasaran," ungkapnya disela-sela konferensi pers terkait pengendalian inflasi menjelang natal dan tahun baru 2018, Kamis (20/12/18)

Yohanes mengatakan, apa yang terjadi saat ini harus diluruskan. Karena saat ini di masyarakat, permasalahannya bahwa harga itu diinformasikan secara salah, yang mengakibatkan masyarakat itu terdistorsi. Sehingga saat rapat Pemprov Sumsel mengambil untuk menyampaikan kondisi sesungguhnya terkait gejolak harga di pasaran belakangan ini.

Dimana, hingga saat ini tidak ada gejolak harga seperti yang disampaikan di beberapa media sosial. Dan dapat dipastikan semua pasokan serta kebutuhan bahan pokok semuanya cukup dan aman, dimana harganya juga sangat terkendali.

"Kita bukan membela, ataupun memihal salah satu terkait kondisi politik di tanag air. Tapi kalo kita tidak ngomong, kita membiarkan dan tidak menginformasikan yang benar kepada masyarakat," ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Johanes memastikan apa yang disampaikan melalui press confrence bersama seluruh anggota Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), tidak ada muatan politis apapun dan demi menyampaikan informasi yang sebenarnya kepada masyarakat.

"Apapun itu, saya memastikan apa yang dikatakan benar itu benar," ulasnya.

Disinggung terkait ada tidaknya pengaruh suasana politik jelas Pilpres 2019 dengan harga komoditi, Johanes mengatakan saat ini tidak ada pengaruh.

Dimana ia mencontohkan, jelang natal dan tahun baru saja, tidak ada gejolak harga yang dipengaruhi kondisi dua hari besar tersebut.

"Kita ambil contoh saja, ada tidak bau-bau nya sedikit saja kenaikan harga daging, tidak ada. Daging sapi adalah paling pokok atau kenaikan cabai merah untuk salah satu bahan pembuatan cuka pempek. Jadi intinya kami disini ingin menginformasikan kebenaran kenaikan dan ketersediaan bahan pokok atau bahan pangan. Dimana semua tersedia secara cukup," tandasnya.

Sementara itu, Pjs Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel, Hari Widodo menerangkan, berdasarkan hasil pantauan yang dilakukan pihaknya bersama TPID dan Satgas Pangan Sumsel memastikan kondisi inflasi daerah ini masih dalam kondisi terkendali.

"Kami secara aktif memantau perkembangan harga di Provinsi. Dimana, pengandalian Sumsel relatif berhasil, bahkan capaiannya sesuai dengan target nasional 3,5 % minus satu atau berada di rentang bawah 2,5%," ungkapnya.

Pihaknya bersama TPlD Prov. Sumsel memastikan bahwa harga dan ketersediaan pasokan komoditas pangan di pasar tetap dalam kondisi yang cukup di periode menjelang hari Natal dan Tahun Baru 2019.

"Kami secara aktif memantau perkembangan harga di beberapa pasar. Dimana, pemantauan harga komoditas secara rutin dilakukan di lima pasar di Kota Palembang yaitu Pasar Km 5. Pasar Cinde, Pasar 26 Ilir, Pasar Sekanak, Pasar Lemabang dan semuanya masih terkendali," ungkapnya.

Merujuk pada kondisi inflasi terakhir pada bulan November 2018, inflasi Sumatera Selatan relatif terkendali yaitu sebesar 1,83% year to date (ytd), atau 2,47% year on year (yoy), lebih rendah dibandingkan nasional sebesar 2,50 (ytd) atau 3,23% (yoy).

Capaian inflasi November 2018 Sumatera Selatan tercatat terendah selama tahun 2018 dan berada di bawah rentang target inflasi nasional 3,51+-1% (yoy).

"Mempertimbangkan kondisi tersebut, TPlD Prov. Sumsel optimis bahwa inflasi selama tahun 2018 akan tetap terjaga dalam dalam rentang target pencapaian inflasi yang ditetapkan pemerintah," ulasnya.

Guna mengantisipasi potensi kenaikan harga komoditas pangan, instansi-instansi terkait yang tergabung dalam TPlD Provinsi Sumsel telah melakukan berbagai antisipasi guna meredam potensi kenaikan harga komoditas, antara lain melakukan pemantauan harga komoditas secara rutin di lima pasar yang disebutkan tadi.

"BI minta masyarakat mewaspadai terkait harga di pasaran dan mencermati setiap informasi dengan bijak. Karena sampai Minggi ketiga tidak ada kenaikan harga yang signifikan," tandasnya. [yip] (http://www.rmolsumsel.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.