Gempa di Padang Panjang Dipicu Sesar Sumatra

Gempa bumi (ilustrasi)baturajaradio.com -Gempa bumi tektonik kembali mengguncang Sumatra Barat, Ahad (16/12) dini hari. Kali ini, gempa bumi dengan magnitudo 2,9 dirasakan oleh sebagian warga yang tinggal di Padang Panjang, Bukittinggi, dan wilayah sekitarnya.

Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Padang Panjang mencatat, gempa yang terjadi pada pukul 00.07 WIB tadi berpusat di 11 kilometer (km) timur laut Padang Panjang. Titik pusat gempa beradadkedalaman 5 km. 
"Berdasarkan laporan dari masyarakan goncangan tersebut dirasakan di Bukittinggi dan Kabupaten Agam berkisar sekitar I-II MMI," ujar Kepala Stasiun Geofisika Kelas 1 Silaing Bawah Kota Padang Panjang, Irwan Slamet, Ahad (16/12). 

Irwan menjelaskan, jika dilihat dari letak sumber gempa bumi dengan kedalaman hiposenter yang dangkal, maka gempa kali ini diidentifikasi sebagai aktivitas sesar sumatra, khususnya segmen Sianok. Segmen Sianok, katanya, memanjang dari sisi timur danau Singkarak melewati sisi barat daya Gunung Marapi hingga Ngarai Sianok, panjang segmen ini sekitar 90 km. 

Gempa terbesar pernah tercatat pada 4 Agustus 1926 sebesar 6,8, dengan pusat hancuran antara Bukittinggi dan Danau Singkarak. Data terbaru mencatat 6 Maret 2007 terjadi dua kali gempabumi dengan magnitudo 6,4 dan 6,3 dan juga gempabumi merusak pada segmen ini yang mengakibatkan kerusakan di Batusangkar, Padang Panjang dan Solok. Segmen Sianok mempunyai kecepatan pergeseran 23 mm/tahun dengan tipe pergeseran strike-slip (mendatar). 
"Hasil monitoring BMKG hingga saat ini belum terjadi gempabumi susulan," ujar Irwan.

BMKG mengimbau masyarakat di sekitar Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam agar tetap tenang dan selalu meningkatkan kewaspadaan bahwa gempa bumi setiap saat dapat terjadi. (https://www.republika.co.id)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.