Banner

Banner
Pemkab OKU

ACT Mulai Kirim Tim Kemanusiaan untuk Uighur

baturajaradio.com - Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengirimkan Tim Sympathy of Solidarity (SOS) untuk Uighur I. Tim kemanuisaan ini dikirim untuk meringankan penderitaan warga Uighur di sejumlah wilayah pengungsian. 
"Hari ini dunia tau seperti apa krisis yang menimpa Uighur yang bersumber dari kezaliman pemerintah mereka, seperti pelarangan hak untuk beribadah. Siapa pun dan di mana pun umat yang mengalami kekejaman atau kezaliman, maka sudah sewajarnya ACT, lembaga kemanusiaan, menyuarakan dukungan kemanusiaan bagi mereka, termasuk Uighur," ungkap Presiden ACT Ahyudin Ahyudin, dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/12/2018).

Ahyudin juga mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersama mengimbau bangsa Indonesia agar terus menyuarakan keadilan dan pembelaan atas etnis Uighur di Cina dan di berbagai negara tempat mereka mencari suaka.

"Kami sangat berharap, apa yang kami lakukan ini dapat mempelopori gerakan kepedulian umat atas tragedi yang menimpa etnis Uighur. Kami tengah berikhtiar untuk memberikan dukungan advokasi, dan juga bantuan kemanusiaan seperti yang selama ini ACT lakukan untuk warga dunia yang terdampak krisis kemanusiaan," imbuh Ahyudin.

Tim kemanusiaan diberangkatkan secara bertahap menuju wilayah-wilayah di mana etnis Uighur mengungsi. Sejumlah wilayah tersebut di antaranya Turki, Kirgistan, Kazakhstan, dan Uzbekistan.

"Keempat negara itu bertetangga dengan Xinjiang dan menjadi destinasi utama warga Uighur dalam mencari suaka. Ada ratusan ribu jiwa Uighur tersebar di empat negara tersebut. Ke sanalah tim kami menuju," terang Senior Vice President ACT Syuhelmaidi Syukur.

Tidak hanya itu, Syuhelmaidi menambahkan bahwa Tim SOS untuk Uighur I juga tengah berupaya untuk menjangkau warga Uighur di Xinjiang, Cina. Menurutnya, kondisi di wilayah tersebut lebih menantang karena menjadi pusat krisis.

"Kami hanya bisa berusaha yang terbaik dan berdoa kepada Allah SWT. Dengan pengalaman 13 tahun menjalankan aksi-aksi kemanusiaan, kami yakin ada jalan dan kita bisa masuk ke wilayah tersebut. Misi ini kan misi baik, yakinlah banyak orang-orang baik yang akan membantu kita. Atas nama lembaga dan bangsa, kami memberanikan diri mengirimkan tim ke sana," ungkap Syuhelmaidi. 

Terkait bantuan kemanusiaan, ACT fokus pada pemberian bantuan seperti kebutuhan pangan, sandang, dan papan. Bantuan juga dapat berupa beasiswa pendidikan, seperti yang telah ACT berikan pada mahasiswa Uighur di Turki pada 2017 lalu.

"Hal seperti itu akan tetap menjadi cara kami untuk membantu Uighur. Jadi, di manapun Uighur berada, mereka akan tahu bahwa saudaranya datang kepada mereka membawa dukungan dalam beragam bantuan. Ada kemungkinan juga kami akan sediakan modal ekonomi, semua tergantung kondisi di lapangan, apa yang mereka butuhkan," ujar Syuhelmaidi.

"Kami juga sedang merancang kembali program beasiswa pendidikan untuk mahasiswa Uighur, mengingat semangat mereka yang tinggi dalam menuntut ilmu," tambahnya.

https://news.detik.com/berita/d-4355443/act-mulai-kirim-tim-kemanusiaan-untuk-uighur

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.