Banner

Banner
Pemkab OKU

Truk Batu Bara Tak Lagi Lewati Jalan Umum, Warga OKU Senang & Tak Was-was Lagi

Truk Batu Bara Tak Lagi Lewati Jalan Umum, Warga OKU Senang & Tak Was-was Lagibaturajaradio.com -Kondisi jalan raya di sepanjang Jalan Lintas Sumatera di wilayah Kabupaten OKU seharian ini terlihat lengang tanpa pemandangan konvoi truk angkutan batubara.

Kondisi ini membuat warga dan pengendara jalan merasa senang dan nyaman.

“Alhamdulillah pak Gubernur Sumsel H Herman Deru menepati janji politiknya, salah satunya akan menyetop angkutan batu bara yang tiap hari memadati jalan raya,” terang salah seorang warga Kecamatan Semidangaji Kabupaten OKU

Dirinya menambahkan kondisi seperti ini memang sudah lama diimpikan warga.

Sebab konvoi angkutan batu bara yang selama ini memadati jalan raya menjadi momok yang menakutkan bagi warga.

Tidak terhtiung lagi berapa jumlah kroban jiwa khususnya anak-anak yang tewas terlindas truk angkutan batu bara yang mengemudikan kendaraan dengan ugal-ugalan.

Belum lagi banyak rumah warga yang di pinggir jalan yang sering ditabrak oleh truck angkutan batu bara.

Pendapat senada juga disampaikan Edi (54), menurut warga Kota Baturaja ini keputusan Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru mencabut Pergub Sumsel No 23 Tahun 2012 Tentang Tata Cara Pengangkutan batubara menggunakan jalan umum itu patut mendapat acungan jempol dan harus didukung.

Sebab sebagai pengendara sangat merasakan sulitnya berlalu lintas dijalan raya apabila sudah bertemu degan konvoi angkutan truk batubara.

“Konvoinya panjang dan tidak mau memberi jalan kepada ppengendara lain untuk memotong konvoi,” kata wiraswasta ini seraya menambahkan akibatnya pegendara lain dirugikan apalagi kalau sedang buru-buru.

DR Hamzah Bustomi warga Desa Singapura Kecamatan Semidangaji Kabupaten OKU yang sering melewati jalur Lintas Sumatera mengaku sangat mendukung keputusan gubernur, namun harus dipikirkan solusi untuk sopir angkutan yang akan kehilangan penghasilan dan perlu disiapkan jalan khusus angkutan batubara.

Pendapat yang sama juga dikatakan Zulfadeli, yang mengatakan selain sering mengakibatkan korban jiwa, juga sangat berpotensi merusak jalan.

Infra setruktur yang sudah dibangun pemerintah menjadi cepat hancur gara-gara dilewati truck batu bara yang melebih tonase.

Menurut tokoh pemuda yang juga peduli lingkungan ini, seharusnya truck batu bara memiliki jalan khusus sehingga tidak merugikan pengguna jalan lainnya yang memang berhak melintas di jalan tersebut. (http://palembang.tribunnews.com)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.