Banner

Banner
Pemkab OKU

Tingkatkan Layanan Haji, Dubes RI Jaga Diplomasi dengan Saudi


Tingkatkan Layanan Haji, Dubes RI Jaga Diplomasi dengan Saudibaturajaradio.com - Dubes RI untuk Saudi sekaligus Wakil Tetap RI untuk OKI, Agus Maftuh Abegebriel menyatakan bahwa meski pelaksanaan Haji tahun 2018 ini sukses namun masih diperlukan perbaikan-perbaikan di beberapa lini. Diplomasi dengan Arab Saudi akan terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan haji.


Di Arab Saudi, pelaksanaan Ibadah Haji tidak hanya merupakan ranah Kementerian Haji dan Umrah saja, akan tetapi melibatkan berbagai kementerian dan lembaga seperti Kementerian Luar Negeri, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Urusan Perkotaan dan Pedesaan, Kementerian Transportasi, Kementerian Komunikasi, Kementerian Kesehatan, Kementerian Infrastruktur, Kementerian Air dan Listrik, Badan Aviasi Saudi GACA dan lembaga lain. 

"KBRI harus bisa melakukan komunikasi dengan semua kementerian dan lembaga Arab Saudi ini demi kelancaran dan kenyamanan semua jamaah haji Indonesia," ujar Agus dalam pernyataan tertulis kepada wartawan, Selasa (2/10/2018).



Pernyataan ini disampaikan Agus terkait dengan acara Evaluasi Penyelenggaraan Haji yang diadakan di Hotel Merlynn Park Jakarta Pusat siang ini, 2 Oktober 2018 yang seharusnya dihadiri namun karena undangan belum diterima oleh KBRI Riyadh, maka Agus belum bisa meninggalkan wilayah akreditasi Arab Saudi.


Karena begitu pentingnya dan strategisnya kementerian-kementerian tersebut, lanjut Agus, maka di setiap selesai pelaksanaan ibadah haji yaitu paling lambat tanggal 16 Dzul Hijjah, dia akan langsung mengirimkan surat terimakasih dan penghargaan tinggi kepada Raja Salman, Putra Mahkota MBS dan semua Menteri terkait serta Gubernur Makkah dan Madinah. 



"Hal tersebut perlu dilakukan untuk menjaga silaturrahim diplomatik yang manfaatnya bisa dirasakan oleh Indonesia sebagai negara pengguna terbesar fasilitas haji yang diberikan oleh Kerajaan Arab Saudi," kata Agus.


Terkait dengan rencana penambahan kuota haji untuk Indonesia, Agus juga memanfaatkan jalur dan network di Saudi untuk usaha tersebut. Usaha tersebut dimulai dengan mengirim surat diplomatik ke Khadimul Haramain Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dan juga Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud juga dengan melakukan pendekatan kepada para Pangeran-pangeran yang dekat Raja seperti Pangeran Sultan bin Salman yang merupakan putra tertua Raja Salman.

Terkait dengan kuota haji, Agus menjelaskan bahwa lembaga yang paling memiliki otoritas ini adalah Diwan Malaki (Royal Court / semacam Setneg) yang menerima "al-Amru as-Sami" / Perintah Raja. Dari Diwan Malaki ini kemudian diturunkan ke Menteri Negara Urusan Luar Negeri dan kemudian dilaksanakan oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Biasanya setelah kebijakan sudah sampai ke Menteri Negara Urusan Luar Negeri (Bukan Menlu) baru Dubes dipanggil untuk diberikan short brief.

"Saya akan selalu membangun komunikasi dengan Kementerian Agama RI terkait dengan diplomasi haji ini agar Indonesia selalu mendapatkan kemudahan-kemudahan dalam pelaksanaan ibadah haji," ujar Agus.

Terbitnya Dekrit Raja Salman yang menetapkan Indonesia sebagai "Tamu Kehormatan" dalam festival budaya terbesar di Timur Tengah yang disebut Festival Janadiriyah, juga akan dimanfaatkan oleh KBRI Riyadh untuk penguatan diplomasi haji.


(https://news.detik.com) 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.