Banner

Banner
Pemkab OKU

Jalan Sempit dan Licin Penghubung Sumsel-Bengkulu Membahayakan Pengendara

Berita OKU Selatan: Jalan Sempit dan Licin Penghubung Sumsel-Bengkulu Membahayakan Pengendarabaturajaradio.com -Pengguna jalan mengeluhkan badan jalan yang sempit dan dilintas air sehingga membahayakan pengendara, Kamis (11/10/2018).

Badan jalan yang menjadi perlintasan sehari- hari yang juga jalan Provinsi jalan Raya Simpang Campang menuju Pulau Beringin atau tepantya diantara Desa Tanjung Kari dan Simpang Pancur.

Dari penuturan warga setempat badan jalan yang demikian kerap membahayakan pengguna jalan seperti kecelakaan karena jalan yang sempit dan licin.

"Adanya aliran sungai menjadi licin, sehingga sering terjadi kecelakaan,"ujar Yanto, warga Desa Tanjung Kari saat di bincangi.

Menurutnya sepanjang badan jalan yang berkisar 30 meter menuju Desa Tanjung Kari dari arah Desa Simpang Pancur rawan terhadap longsor di saat musim hujan tiba.

Dikatakannya kondisi demikian mengharuskan pengendara untuk ekstra hati-hati jika melintasi jalan tersebut, karena pada sisi kanan jalan terdapat jurang yang curam yang dapat mengancam keselamatan pengendara.

Selain itu Wulan warga Desa Pulau Beringin yang biasa melintas di jalan yang berair dan sempit mengaku sedikit takut saat akan melintasi jalan tersebut.

"Sangat tidak nyaman dengan kondisi jalan yang demikian, karena jalannya yang licin, dan sempit sehingga harus mengurangi kecepatan" ujarnya. Rabu (10/10)

Pantauan di Lokasi, badan jalan Desa Simpang Campang menuju Desa Pulau Beringin yang merupakan Jalan Provinsi penghubung Sumsel - Bengkulu tersebut lebarnya tidak lebih dari 3 meter sehingga pengedara kesulitan saat melintas.

Warga berharap adanya pelebaran jalan sekaligus penormalan jalan yang dialiri air menyebabkan badan jalan menjadi licin. (http://palembang.tribunnews.com)



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.