Banner

Banner
Pemkab OKU

Gas Elpiji 3 Kg Capai Rp 27.000, Sebagian IRT di OKU Selatan Gunakan Kayu Bakar untuk Memasak

Gas Elpiji 3 Kg Capai Rp 27.000, Sebagian IRT di OKU Selatan Gunakan Kayu Bakar untuk Memasakbaturajaradio.com -Tingginya harga gas elpiji ukuran 3 Kg mengakibatkan sejumlah ibu rumah tangga (IRT) mencari alternatif lainnya dalam memenuhi bahan bakar untuk memasak.

Seperti halnya Emi di Kelurahan Batu Belang Jaya, Kecamatan Muaradua terpaksa memanfaaatkankayu bakar dari hutan sebagai pengganti gas elpiji di rumahnya.

"Mau gimana lagi harga gas sangat tinggi rata-rata di atas 25 ribu pertabungnya,"keluh Ibu dua anak itu kepada Sripoku.com, Selasa (9/10/2018).

Menurutnya, dengan menggunakan bahan bakar kayu dapat lebih hemat sebagai keperluan
untuk memasak, selain itu juga harga kayu bakar perikatnya didapat dengan lebih murah yakni berkisar Rp 3000 hingga Rp 5 ribu setiap ikatnya.

Tingginya harga jual tabung gas juga dikeluhkan IRT Buk Nung warga Kelurahan Bumi Agung Kecamatan Muaradua yang menilai adanya permainan harga di tingkat pengecer.

"Kalau di agen jauh lebih murah, namun ditingkat pengecer harga naik sangat tinggi,"tambahnya.

Diketahui harga Gas Elpiji ukuran 3 Kg di tingkat pangkalan mencapai Rp 17.500 hingga Rp 18.500 pada kalangan pengecer.

Selain harganya tinggi, lanjutnya, masa pakai gas 3 Kg juga lebih singkat jika dahulu bisa mencapai 15 hari per tabung, kini hanya bisa untuk 5 hari saja. 

"Kadang ada juga yang sampai 7 hingga 10 hari, kalau kita tidak banyak masak," ungkapnya.

Tingginya harga tabung gas elpiji 3 Kilogram di pangkalan, warga terpaksa memasak menggubakan kayu bakar, Selasa (9/10/2018). (http://palembang.tribunnews.com)



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.