Banner

Banner
Pemkab OKU

Jembatan Gantung Pertamina Selesai. Aktivitas Masyarakat Desa Banuayu OKU Tak Lagi Terhambat

baturajaradio.com -Jembatan gantung yang dibangun PT Pertamina (Persero) MOR II Sumbagsel diresmikan langsung oleh Pertamina diwakili oleh Operation Head Terminal BBM Baturaja, Terisa Andrina bersama Camat Lubuk Batang Helni Purnaningsih SE dan Kepala Desa Banuayu, Tamimi.

Penyerahan secara resmi jembatan gantung yang dibangun PT Pertamina dipusatkan di Desa Banuayu, Rabu (19/9/2018).
OH TBBM Pertamina Baturaja, Terisa Andrina mengatakan bahwa bantuan ini adalah bentuk kepedulian dan kontribusi Pertamina, apalagi lokasi jembatan gantung masih di sekitar wilayah operasional TBBM Baturaja.

“Tentunya kami bersyukur pembangunan jembatan ini sudah selesai sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat dan aktivitas berjalan normal," terang OH TBBM Baturaja.

Menurut Teri, jembatan ini sangatlah penting perannya dalam mendukung aktivitas keseharian masyarakat, karena jika ingin bekerja di kebun, sekolah, atau pun aktivitas sehari-hari lainnya yang harus menyeberangi Sungai Ogan.

“Mari, sekarang jembatannya sudah selesai kita juga harus merawatnya bersama, karena jika dilihat dari manfaat kedepannya, jembatan ini tentu dapat mendongkrak produktivitas masyarakat,” imbuh Teri.

Sementara itu Camat Lubuk Batang, Helni Purna Ningsih SE mengungkapkan rasa terima kasih atas selesainya jembatan gantung yang sudah lama rusak ini.

“Pertama-tama tentunya sangat bersyukur jembatan ini bisa dioperasikan kembali, mewakili seluruh masyarakat yang menikmati jembatan ini saya berterima kasih. Mudah-mudahan, masyarakat dapat terbantu,” kata Camat.

Dikatakan Camat Lubukbatang, aktivitas masyarakat Desa Banuayu Kecamatan Lubukbatang Kabupaten OKU kembali bersemangat setelah sebelumnya sempat terhambat karena rusaknya jembatan gantung akibat luapan banjir Sungai Ogan.
Jembatan gantung ini menghubungkan masyarakat Desa Banuayu dan Desa Tanjung Dalam, Lubuk Batang, Ogan Komering Ulu.

Sejak jembatan putus, aktivitas masyarakat cukup terganggu, apalagi alternatif penyeberanganpun tidak banyak dan memiliki biayanya masing-masing.
Alternatif termudah adalah menggunakan jasa ketek untuk menyeberang dengan tarif Rp 2.500 per orang, namun faktor ekonomi menjadi pertimbangan.
Pilihan kedua yaitu menggunakan motor, namun harus memutar sehingga butuh waktu dan biaya yang cukup banyak.(http://palembang.tribunnews.com)



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.