Banner

Banner
Pemkab OKU

Cara Merawat Baterai Laptop Tanam Agar Selalu Awet

baturajaradio.com - Dulu, laptop-laptop yang diciptakan produsen menggunakan baterai yang bisa dilepas. Tapi, seiring dengan kemajuan zaman, para produsen mulai meninggalkan baterai laptop yang bisa dilepas. Gantinya, laptop-laptop saat ini menggunakan baterai tanam yang tidak bisa dilepas atau non-removable.

Sebenarnya teknologi baterai non-removable ini sudah lebih dulu dipakai di smartphone. Keunggulan dari baterai tanam sendiri usianya yang dianggap lebih tahan lama dibanding baterai non tanam. Namun, awet tidaknya baterai sebenarnya kembali lagi kepada cara pemakaian si pemilik laptop.

Kenapa begitu? Karena para pemilik laptop seringkali melakukan kebiasaan-kebiasaan buruk yang bisa membuat baterai laptop menjadi cepat rusak. Seperti terus mencharge laptop padahal sudah penuh, dan lainnya.

Nah, di sini kami mencoba memberikan tips merawat baterai laptop tanam agar menjadi lebih awet.
Tips Merawat Baterai Laptop Tanam Agar Awet

Sebenarnya, merawat baterai laptop non-removable tidak berbeda dengan merawat baterai laptop biasa atau yang bisa dilepas. Namun, mengingat perbedaan penanganan jika baterai ini mengalami kerusakan, maka perhatikan cara merawat baterai laptop tanam agar selalu awet berikut ini:

1. Jaga Suhu Laptop Agar Tidak Panas


Masalah suhu selalu menjadi masalah klasik para pemilik laptop. Menjaga suhu laptop agar selalu tetap stabil merupakan salah satu cara merawat baterai laptop tanam agar awet dan tetap dalam keadaan prima.

Suhu laptop yang tinggi memang menjadi ancaman utama bagi baterai laptop non-removable. Karena itu dibutuhkan perhatian ekstra dalam menangani masalah ini. Lalu, bagaimana cara menjaga suhu laptop agar selalu stabil?

Hal pertama yang bisa kamu lakukan adalah menjaga suhu ruangan pada kondisi yang tepat. Usahakan untuk menggunakan pendingin ruangan jika kamu sedang menggunakan laptop. Jika kamu tidak menggunakan AC, maka kamu bisa menggunakan kipas sebagai gantinya.

Selain itu, jangan meletakkan laptop di atas kasur atau bantal pada saat digunakan. Hal ini disebabkan material dari bantal dan kasur sifatnya menyerap panas dan bisa membuat laptop semakin panas juga.

Terakhir, kalau perlu gunakan pendingin laptop atau cooling pad serta vacuum cooler untuk membantu menjaga suhu laptop agar selalu stabil.

2. Jangan Habiskan Baterai Hingga 0%


Kebiasaan buruk kita adalah sering menggunakan laptop hingga baterainya habis, baru kemudian diisi kembali. Padahal, itu adalah kebiasaan yang sangat salah. Ingat, laptop dan baterai memiliki batas usia pakai, batas tersebut bisa lebih panjang atau pendek tergantung dari pemakaian si pengguna.

Sebuah penelitian dari Batteryuniversity.com menunjukkan bahwa baterai yang selalu digunakan hingga habis ternyata memiliki usia pakai yang lebih singkat dibandingkan dengan baterai yang di-charge sebelum habis. Hasil penelitian itu bisa dilihat di gambar di atas.

Untuk membantu kamu, jangan abaikan notifikasi pengingat jika baterai laptop sudah mau habis. Umumnya, laptop akan memberikan notifikasi pengingat charge baterai jika sudah berkapasitas di bawah 10%.

3. Buat Baterai Laptop Selalu Terisi


Tingkat terisinya daya juga turut ambil bagian yang penting bagi awet atau tidaknya sebuah baterai laptop non-removable. Produsen laptop asal AS, yaitu Hewlett Packard (HP) bahkan merekomendasikan bahwa baterai laptop setidaknya harus menyimpan 50% sampai 70% daya ketika disimpan dalam suhu 20 hingga 25 derajat Celcius.

Jika kamu tidak menggunakan laptop beberapa waktu yang cukup lama, seperti karena liburan atau urusan lainnya. Selalu pastikan bahwa baterai laptop tanam kamu tetap terisi antara 50% sampai 70%. Jangan ketika kamu menggunakan laptop itu kembali, baterainya malah bermasalah.

4. Perhatikan Waktu Melakukan Charge


Kita mungkin sering bertanya-tanya, kapan waktu yang tepat untuk menggunakan laptop menggunakan daya dari baterai. Lalu kapan waktu menggunakan laptop dengan menggunakan daya langsung dari listrik rumah. Jawabannya, dua cara ini sebenarnya bisa dilakukan kapan saja kamu inginkan.

Kenapa? Karena tidak ada larangan untuk mencolokkan laptop milik kita ke listrik rumah seharian ketika sedang menggunakannya. Selain itu, laptop era sekarang sudah dibuat untuk mampu menjaga aliran daya ke baterai secara otomatis agar tidak kelebihan daya atau over charge.

Satu hal yang harus diperhatikan adalah efek panas berlebih yang pasti didapat ketika melakukan charge seharian ke laptop. Untuk itu, cobalah untuk mengatur suhu ruangan serta gunakan cooling pad atau vacuum cooler untuk membantu mengatur suhu laptop.

5. Masa Usia Baterai Laptop


Terakhir, pertanyaan yang banyak muncul terkait dengan baterai laptop tanam adalah, berapa lama usia baterai laptop dapat bertahan dalam kondisi yang bagus? Agak sulit menjawabnya, karena masing-masing produsen memiliki klaim daya tahan yang berbeda-beda juga.

Tapi, kami ambil satu contoh dari Asus yang menyebutkan bahwa baterai laptop mereka dapat bertahan antara 300 sampai 500 siklus charge dalam kondisi yang prima. Jika dihitung dalam pemakaian sehari-hari, maka setidaknya baterai laptop Asus dapat bertahan dalam kondisi bagus selama minimal 1 tahun sebelum kondisinya menurun.
Jauhi Kebiasaan Buruk yang Memperpendek Usia Baterai Laptop

Mau usia baterai laptop tanam kamu bertahan lama? Satu hal yang pasti, jauhi kebiasaan buruk yang bisa membuat usia baterai laptop non-removable menjadi tidak awet, seperti yang disebutkan di atas. Dengan pemakaian yang baik, maka usia pakai baterai laptop tanam juga semakin lama dan awet. (http://www.pricebook.co.id)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.