Banner

Banner
Pemkab OKU

Sektor Industri Pengolahan akan Mendominasi PDRB OKU

Baturajaradio.com - Peran sektor industri pengolahan masih cukup penting di Kabupaten OKU. Diperkirakan dalam beberapa tahun kedepan sektor industri pengolahan akan mendominasi pembentukan PDRB OKU. 

Hal itu dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten OKU,  Ir. Budiriyanto, MAP pada pembukaan briefing survei Industri Mikro dan Kecil (IMK)  Tahunan di ruang rapat BPS Kabupaten OKU,  Kamis (12/7).

Kegiatan diikuti  oleh 18 petugas lapangan dengan nara sumber Kasi Statitistik Produksi Awaluddin Saputra, SST. Lebih jauh Budi menjelaksan,  pada tahun 2017 pertumbuhan ekonomi sektor ini sebesar 9,83 persen menempati urutan kedua setelah sektor penyediaan akomodasi dan makanan minum dengan angka pertumbuhan sebesar 10,50 persen.

Sementara kontribusi sektor industri pengolahan terhadap produk domestik regional bruto (PDRB)  juga relatif cukup tinggi yakni sebesar 17,61 persen menempati urutan kedua setelah sektor pertanian,  kehutanan dan perikanan.

Bila melihat pola kontribusi setiap sektor dalam PDRB Kabupaten OKU  diperkirakan dalam beberapa tahunn kedepan sektor industri pengolahan akan mendominasi pembentukan PDRB OKU. 

Menurut Budiriyanto,  Industrialisasi tidak saja melahirlam perusahaan skala besar dan sedang dengan jumlah tenaga kerja lebih dari 20 orang yang sering disebut sebagai Industri Mikro dan Kecil (IMK).

Kemunculan IMK tidak saja karena faktor industrialisasi semata,  tetapi juga faktor multiplier effect seiring pertumbuhan industri pengolahan skala besar dan sedang.

Sektor industri pengolahan secara umum diyakini mampu menjadi motor penggerak perekonomian nasional.

Hal ini terkait dengan sektor industri pengolahan yang memiliki keterkaitan (linkage) antar sektor maupun intra sektor.

Dalam konteks IMK, keterkaitan antar sektor terutama terhadap sektor primer (pertanian secara umum) cukup besar.

Di tengah menurunnya kontribusi sektor primer, usaha IMK mampu menjembatani perkembangan lanjut dari sektor primer ke sektor sekunder. Era globalisasi dan informasi juga mendorong perubahan struktur di masyarakat.

Kebijakan ekonomi yang sebelumnya berpusat pada sektor industri besar, kini telah berubah semakin inkusif dengan melibatkan semua sektor untuk berkembang termasuk,  industri yang berskala mikro dan kecil .

Pengembangan usaha IMK dipandang sebagai suatu yang penting. Rencana Induk pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015-2035 telah menempatkan industri kecil pada khususnya sebagai bagian kontributor perekonomian nasional.

Langkah yang diambil dengan membuat rantai pasokan (supply chain) dalam sinergitas antar subsektor industri pengolahan.

Dalam pengembangannya, usaha industri kecil atau usaha industri mikro tumbuh secara berkelompok (cluster). Pertumbuhan usaha industri tersebut lebih banyak disebabkan oleh banyaknya bahan baku atau tenaga kerja di lokasi tersebut.

Usaha-usaha mikro dan kecil diharapkan terus tumbuh dan berkembang. Hal ini tentunya perlu pembinaan baik tingkat manajemen, teknis, maupun keuangan. (eni)

(http://palembang.tribunnews.com)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.