Banner

Banner
Pemkab OKU

Pemprov Sumsel Restorasi 600 Ribu Hektar Lahan Gambut

Baturajaradio.com - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) memberikan multiplier effect seperti bencana asap yang mengganggu jarak pandang dan kesehatan.

Dampak lainnya juga sulitnya memulihkan khususnya lahan gambut yang sudah terbakar kembali seperti sedia kala.

Dikatakan Staf Ahli Gubernur Sumsel Bidang Perubahan Iklim, Dr Najib Asmani, sedikitnya ada 600 ribu hektar lahan gambut yang perlu direstorasi.

Proses restorasi selain memakan waktu lama, soal biaya juga menjadi pertimbangan mengingat anggaran yang dipergunakan tidaklah sedikit.

"Proses restorasi sampai saat ini masih terus jalan, dalam prosesnya restorasi juga mengikutsertakan masyarakat pemilik lahan, organisasi lingkungan serta perusahaan pemilik izin pengelolaan hutan," ujarnya, Rabu (25/7/2018) usai kegiatan sarasehan di Kuto Besak Theater Restaurant (KBTR).

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama masyarakat dan perusahaan pengelola hutan telah membuat 300 titik sumber air serta 250 sekat kanal. Jumlah itu masih sedikit ketimbang lahan yang harus direstorasi.

"Ini merupakan pengaturan tata muka air tujuannya untuk membuat lahan gambut tetap basah. Meskipun musim kemarau melanda," ujarnya.

Karena menurutnya, perusahaan juga diwajibkan membuat kawasan ekosistem yang dilindungi (konservasi) sebesar 30 persen dari total luasan lahan yang digarapnya.

“Lahan konservasi tersebut harus dijaga kelestaariannya. Apabila kewajiban-kewajiban ini dilanggar, maka perusahaan bakal mendapat sanksi. Baik administrasi maupun pidana,” tutupnya.(cr26)

(http://palembang.tribunnews.com)



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.