Banner

Banner
Pemkab OKU

BPOM Pangkas Biaya Pendaftaran Produk UMKM Pangan 50 Persen

baturajaradio.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menurunkan biaya Pendaftaran produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) pangan hingga 50 persen. Hal ini dilakukan agar makin banyak UMKM pangan yang mau mendaftarkan produk mereka ke BPOM.

Selain itu, juga dikarenakan 90 persen pelaku industri makanan dan minuman di Indonesia adalah UMKM. "Sehingga perlu keberpihakan kepada UMKM," kata Kepala BPOM Penny K Lukito pada acara Saresehan dan Pameran UMKM berdaya saing bersama BPOM di Hotel Alana Yogyakarta, Kamis (19/7).

Menurut Penny, penurunan biaya pendaftaran UMKM Pangan sudah diterapkan sejak 10 Juli 2018. Ia mengatakan penurunan biaya pendaftaran ini untuk menjawab isu tentang biaya pendaftaran di BPOM yang mahal dan prosesnya lama.

Dalam kesempatan tersebut Penny juga mengimbau kepada masyarakat untuk mendaftarkan produknya ke BPOM tidak melalui biro jasa. Pendaftaran produk pangan ini, sambungnya, juga bisa dilakukan melalui registrasi online sehingga ada kemudahan, jaminan kerja selama lima hari dengan biaya uji gratis. 

Menurut Penny, setiap hari ada sekitar 30 UMKM pangan yang mendaftarkan produk barunya ke BPOM. Pendaftaran produk pangan ini berlaku untuk lima tahun.

Dikatakannya, masing-masing kelembagaan sudah ada program yang terkait UMKM sehingga diperlukan sinergi untuk mengoptimalkan UMKM. Selama ini tantangan UMKM adalah akses modal, kemampuan promosi untuk memperluas akses pasar.

"Yang terkait Badan POM adalah kepastian produk memenuhi keamanan, mutu dan manfaat kesehatan, dan daya saing. Karena itu Badan POM mendorong UMKM pangan untuk memenuhi ketentuan hygiene sanitasi dan mempunyai nomor ijin edar agar jangan sampai diisi produk impor dan produk penyelendupan," kata Penny menjelaskan.

Pada kesempatan ini Penny menyerahkan surat ijin edar kepada enam UMKM pangan dan tiga produsen obat tradisional. Enam UMKM pangan yang mendapatkan surat ijin edar adalah Nikata, Putri 21, Orange Food, CV Tamto Mandiri, PT Pondasi Inti Sejahtera, dan PT Baitullah Tiga Kharisma. Sedangkan tiga produsen obat tradisional yang mendapatkan surat ijin edar adalah CV Lintang Suminar, CV Puspita Raja, dan PT Saptasari.

https://republika.co.id/berita/ekonomi/korporasi/18/07/19/pc3r3o383-bpom-pangkas-biaya-pendaftaran-produk-umkm-pangan-50-persen

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.