Banner

Banner
Pemkab OKU

Waspada Lintasi Arus Mudik, Sepanjang Sungai Ogan Rawan Abrasi

baturajaradio.com -Pada saat mudik atau liburan hari raya Idul Fitri 2018 ini, pengguna jalan baik roda dua maupun roda empat mesti hati-hati dan waspada di jalan perlintasan.

Terutama saat melintasi jalan lintas kawasan Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

Ancama bagi pemudik seakan ada didepan mata. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD), Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mencatat banyak titik rawan longsor dan harus diwaspadai oleh pemudik atau pengguna jalan saat melintas.

Kepala BPBD OKU, Hemni Rusdi melalui Kepala Sesi (Kasi) Pencegahan dan Kesiap Siagaan BPBD OKU, Mailan Purnama, ada lima kecamatan rawan terjadi longsor atau jalan amblas.

Misalnya di Kecamatan Ulu Ogan, kecamatan Muarajaya dan Kecamatan Lengkiti.

Dari informasi yang berhasil dihimbun Tribun Sumsel, jalan lintas wilayah Lengkiti ini merupakan salah satu akses jalan menuju Kabupaten OKU Selatan sampai ke Provinsi lampung.

Selain itu kata Mailan menambahkan, di Kecamatan Baturana Baturaja Barat, juga rawan longsor atau jalan ambalas.

Jalan ini merupakan salah satu akses dari Baturaja OKU menuju Kabupaten Muaraenim.

"Satu lagi akses jalan di Kecamatan Baturaja Timur. Selain itu yang harus diwaspadai, sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan daerah rawan longsor yang bisa disebabkan oleh abrasi sungai," jelasnya.

Pantauan di lapangan bagi perantau yang hendak pulang kampung ke Baturaja OKU atau hanya melintas maupun sebaliknya harus waspada dan hati-hati di jalan.

Pasalnya saat ini, kondisi infrastruktur jalan menuju daerah berjuluk Bumi Sebimbing Sekundang ini memprihatinkan.

Mau lewat dari jalan di Kecamatan Lubukbatang tidak bisa karena sementara ditutup untuk kendaraan roda empat karena ada perbaikan Jembatan di kawasan teraebut.

Pengguna arus lalulintas dari arah Palembang ke Baturaja maupun sebaliknya harus melintasi Jalan Cor Beton, Batukuning, kecamatan Baturaja Barat.

Kondisi jalan terlihat memprihatinkan selain menanjak dan menurun layaknya perbukitan, lubang-lubang besar mengangah. selain itu kerusakan jalan menimbulka debu tebal saat musim kemarau.

Sebaliknya saat musim hujan, jalan sulit dilintasi karena ada beberapa titik jalan tergenang air dan berlumpur.

Belum lagi, kendaraan truk angkutan barang berukuran besar kerap melintas di kawasan tersebut.

Selain terdapat kerusakan jalan, dimalam hari jalan ini juga gelap karena minim lampu penerangan jalan. Kiri dan kanan jalan terdapat perkebunan kelapa sawit.

"Kalau malam disini gelap minim lampu penerangan jalan. Memang kondisi jalan tidak semuanya jelek. Namun ada beberapa titik jalannya rusak parah sebagian lagi bagus dan mulus.

Harapan kita agar pemerintah terkait memperhatikan hal ini. Apalagi sekarang ini bulan puasa dan tak lama lagi lebaran. Biasanya arus lalulintas semakin padat dari biasanya, harapan kita ya segera diperbaiki," katanya.

Sementara itu Kapolres OKU, AKBP NK Widaya Sulandari melalui Kasat Reskrim Polres OKU, AKP Candra Kirana saat dikonfirmasi belum lama ini menjelaskan, ada beberapa titik jalur lintas tengah yang rawan terjadi kecelakaan lalulintas (lakalantad).

Misalnya dari Semidang Aji sampai Pengandonan. Untuk itu harus hati-hati saat melintas.

Untuk rawan kemacetan kata AKP Candra, ada di Jalan Cor Beton, Kecamatan Baturaja Barat.

Menyikapi hal tersebut, Sat Lantas Polrea OKU, kata AKP Candra setelah melakukan survey jalan menyurati balai besar pelaksanaan jalan nasional untuk jalan di perbaiki.

"Untuk jalan jalur cor beton apabila terjadi trouble spot atau macet mobil besar, kapasitas 10 ton ke atas tidak di perkenankan masuk. Harus lewat jalur Muaraenim apabila tujuan ke Palembang," jelasnya.

Sebelumnya, Kadin Perhubungan Kab OKU kepada wartawan blm lama ini mengatakan, ada sebanyak 43 titik rawan.

Dari hasil pendataan di lapangan, ada beragam potensi yang bisa menyebabkan kecelakaan itu, seperti jalan rusak berlubang/gelombang serta jalan longsor atau terbis.

Kondisi jalan tersebut lanjutnya ada yang berada di jalan negara, dan ada juga yang berada di jalan provinsi.

Kondisi jalan tersebut tersebar di delapan kecamatan yakni, Baturaja Barat, Semidang Aji, Pengandonan, Ulu Ogan sebanyak, Sosoh Buay Rayap, Lengkiti, Baturaja dan Lubuk Batang.

Disamping itu, kata Aminilson diantara 43 titik itu ada juga daerah yang berpotensi rawan macet salah satunya disebabkan adanya aktivitas pasar tumpah/pasar kalangan yang buka di pinggir jalan.

(http://sumsel.tribunnews.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.