Banner

Banner
Pemkab OKU

Sumsel Peringkat ke 2 Nasional, Rawan Black Campaign dari Sisi Media Sosial

Baturajaradio.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sumsel mewarning bakal menindak media sosial abal-abal yang mengganggu kedamaian pesta demokrasi Pilkada serentak 2018.
"Kita ini rawan dari sisi Medsos, secara nasional kita berada nomor 2.
Keempat Paslon Gubernur dan Cawagub sudah menyampaikan lima akun resminya.
Tapi banyak akun dak jelas ini. Masalahnya kita tidak punya alat
. Sebentar lagi kita punya alat bisa berkoordinasi dengan cybercrime, Kominfo untuk bisa menutup, memblok, bahkan mengetahui titik sang pembuat," ungkap Ketua Bawaslu Sumsel Junaidi SE MSi usai apel Tim Satgas di Halaman Kantor BawasluSumsel Jl Gubernur H Bastari Komplek Ogan Permata Indah (OPI) Jakabaring, Minggu (25/2/2018).
Menurut Junaidi yang merupakan Alumnus Fakultas Ekonomi UMP jika nanti telah ada alat untuk memonitor akun yang melakukan pelanggaran, maka bisa mendapat hukuman ataupun sanksi.
"Bisa kena dua-dua. Satu sisi balik ke Kemenkominfo, satu sisi bisa balik ke kepolisian cybercrime.
Himbauan kita hati-hati nanti mungkin kita bakal menangkap banyak orang.
Ini serius. Kita sebentar lagi diberikan kewenangan untuk itu.
Kita tangkap, bawa ke Gakkumdu (Sentra Penegakkan Hukum Terpadu), sidangkan, ya pidana.
Satu sisi medianya abal-abal yang tidak jelas ditutup Kementerian Kominfo," tegas Junaidi yang juga mantan komisioner KPU Pagaralam.
(http://palembang.tribunnews.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.