Banner

Banner
Pemkab OKU

Presiden Jokowi berencana menyerahkan bantuan langsung ke pengungsi Rohingya

BaturajaRadio.com - Dalam rencana lawatan ke Bangladesh, bagian dari kunjungan ke lima negara di Asia Selatan, Presiden Joko Widodo merencanakan untuk berkunjung ke kamp pengungsi Rohingnya di Cox's Bazar dan menyerahkan bantuan secara langsung.
Menjelang lawatannya Presiden Jokowi menyatakan bahwa Indonesia selama ini "konsisten" dalam menyalurkan bantuan kepada para pengungsi Muslim Rohingya yang mengungsi karena kekerasan di negara bagian Rakhine, Myanmar.
Presiden Jokowi saat ini berada di Delhi, India, untuk menghadiri KTT ASEAN-India setelah sebelumnya berkunjung ke Sri Langka.
"Rencana mengunjungi pengungsi itu sedang digodok. Ini sedang kami siapkan," kata pejabat penerangan KBRI Dhaka, Fajar Primandana melalui sambungan telepon, Kamis (25/1).
Bantuan yang disiapkan - dan sempat diperiksa presiden di bandara Halim Perdanakusuma Rabu (24/01) sebelum bertolak ke lawatan Asia Selatan- termasuk logistik, obat-obatan, tenda dan selimut.
Presiden Jokowi direncanakan akan menyerahkan langsung bantuan kepada pengungsi.
"Ini melanjutkan bantuan yang sudah beberapa kali sampai ke sana. Banyak pengungsi yang masih membutuhkan obat-obatan dan makanan," kata Jokowi, seperti dilansir Kementerian Sekretariat Negara.
Bantuan dari Indonesia diangkut pesawat hercules TNI dari Jakarta ke Chittagong, dan dilanjutkan perjalanan darat selama empat jam ke Cox's Bazar, tempat ratusan ribu pengungsi Muslim Rohingya.
"Saya kira konsistensi kita dalam memberikan bantuan ke pengungsi (dari) Rakhine State (Myanmar) jangan diragukan," kata Jokowi.
September tahun lalu, di tengah krisis pengungsi Rohingya, Indonesia mengirimkan 34 ton bantuan kemanusiaan bagi pengungsi Rohingya di distrik terdekat perbatasan Myanmar-Bangladesh itu.
Pejabat KBRI di Dhaka, Fajar mengatakan selain bantuan dari pemerintah, banyak lembaga bantuan Indonesia yang aktif di kamp pengungsi Rohingya.
"Di sini ada Indonesia Humanitarian Alliance yang bergerak membawa bantuan dari masyarakat Indonesia," kata Fajar. "Bantuannya banyak sekali," pungkas dia.

Sekitar 650 ribu Muslim Rohingya harus mengungsi ke Bangladesh karena mengalami persekusi oleh militer Myanmar, yang tak mengakui mereka sebagai warga mereka.
Perserikatan Bangsa-bangsa mengecam dan menyebut aksi militer Myanmar itu sebagai, "contoh pembersihan etnis". Pemerintah Myanmar sendiri membantah pernyataan tersebut.
Selain Bangladesh dan India, Presiden Jokowi juga akan berkunjung ke Pakistan dan Afghanistan. (bbc.com/indonesia)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.