Banner

Banner
Pemkab OKU

Semua Pemeluk Agama Diberi Ruang Beribadah, FKUB Teken Kesepakatan Jaga OKU Kondusif

Baturajaradio.com Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) memberikan ruang seluas-luasnya bagi warganya untuk beribadah dan merayakan hari besar agama masing-masing.

Hal itu dikatakan Bupati OKU Drs H Kuryana Azis diwakili Kabag Kesra Kadarisman SAg MSi di acara pertemuan antar tokoh agama, ormas dan pengusaha Kabupaten OKU.
Acara yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik OKU ini dipusatkan di ruang rapat Kesbangpol OKU Selasa (12/12/2017).
Hadir juga Kajari diwakili Kasi Intel Didit Agung Nugroho SH, Pasi Intel Kodim Lettu Inf Hasan Jabar Tanjung.
Dihadapan FKUB (Forum Kerukuanan Ummat Beragama ) dan anggota Bupati menambahkan, seperti tertuang dalam Pasal 29 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945 baik sebelum dan setelah amandemen.
“Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu”.
Bupati juga memberi apresiasi kepada FKUB yang sudah berperan menjaga kerukunan umat bergama di Kabupaten OKU.
“Alhamdulillah OKU termasuk zero konflik agama,” kata Bupati seraya menambahkan kepada umat nasrani yang akan merayakan Hari Natal juga agar senantiasa lebih teliti membeli property perayaan agama agar untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Bupati mencontohkan seperti insiden yang terjadi tahun lalu, ada lafadz Allah yang terpasang dibawah property natal.
Sehingga berpotensi konflik. Bupati juga mengingatkan para pengusaha yang sebagian besar mempekerjakan orang muslim agar tidak memaksakan menggunakan simbol-simbol Natal.
Sedangkan Kapolres OKU AKBP Dra Ni Ketut Widayana Sulandari. Mengimbau agar umat kristiani yang akan merayakan Natal agar tidak terlalu eporia dan tetap menjaga perasaan ummat bergama lain.
Kapolres nilai pembauaran di OKU sudah sangat bagus, sehingga Kabupaten berjuluk Bumi Sebimbing Sekundang ini sangat kondusif.
Sedangkan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten OKU Taufiq Zubir SH MM mengatakan, FKUB adalah forum yang dibentuk oleh masyarakat dan difasilitasi oleh Pemerintah dalam rangka membangun, memelihara, dan memberdayakan umat beragama untuk kerukunan.
Lebih jauh Taufiq menegaskan, OKU yang sudah kondusif ini harus sama-sama dijaga dan jangan sampai lengah,
Sedangkan Kapolres OKU AKBP Dra Ni Ketut Widayana Sulandari. Mengimbau agar umat kristiani yang akan merayakan Natal agar tidak terlalu eporia dan tetap menjaga perasaan ummat bergama lain.
Kapolres nilai pembauaran di OKU sudah sangat bagus, sehingga Kabupaten berjuluk Bumi Sebimbing Sekundang ini sangat kondusif.
Sedangkan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten OKU Taufiq Zubir SH MM mengatakan, FKUB adalah forum yang dibentuk oleh masyarakat dan difasilitasi oleh Pemerintah dalam rangka membangun, memelihara, dan memberdayakan umat beragama untuk kerukunan.
Lebih jauh Taufiq menegaskan, OKU yang sudah kondusif ini harus sama-sama dijaga dan jangan sampai lengah,
“Sesama anak bangsa harus akur, jangan sampai OKU jadi ladang kekisruhan,” imbuh Kaban Kesbangpol seraya menambahkan masalah agama dan ras paling sensitif dan harus benar-benar dijaga agar OKU tetap kondusif.
Dikesempatan itu dilakukan penandatangan kesepakatan bersama tekad menjaga Kabupaten OKU senantiasa kondusif, oleh Ketua FKUB KH Muchtar Wahab, Ormas Muhammadiyah oleh Maratu Fahri dan , Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat Oleh Novian Ardi SE MM, kemudian perwakilan Islam, Hindu, Nasrani, Budha dan perwakilan dari pengusaha antara lain dari Citimall Baturaja oleh Dimas Saputra. (palembang.tribunnews.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.