Header Ads

Tunggakan Jamsoskes OKUS dan OKUT Mencapai Miliaran, Ini Kata Bupati OKU

Baturajaradio.com Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Drs H Kuryana Azis secara tegas meminta pemerintah dua kabupaten tetangganya, yakni OKU Selatan dan OKU Timur, segera melunasi hutang pelayanan perawatan rujukan pasien masyarakat setempat.
Yakni pasien yang menggunakan Jaminan Sosial Kesehatan (Jamsoskes) Sumsel Semesta, yang dirujuk dari Kabupaten OKU Selatan dan OKU Timur ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Sutowo Baturaja.
Berdasarkan informasi yang diterimanya dari pembicaraan dengan Direktur RSUD Ibnu Sutowo, dr Rynna Dyana, hutang dua kabupaten hasil pemekaran Kabupaten OKU tersebut, bila diakumulasikan mencapai Rp 8,8 Milyar lebih.
Tapi jumlah tersebut baru akumulasi untuk dua tahun anggaran saja, 2105 dan 2016. Belum termasuk tahun berjalan saat ini (Tahun 2017). Bila ditambah tahun berjalan maka lebih besar lagi.
"Hutang ya harus dibayar. Kami juga (Pemkab OKU, red) punya hutang ke Provinsi Sumsel. Tapi kami bayar meski mencicil. ‘Kan banyak juga warga OKU yang dirujuk ke Rumah Sakit di Palembang. Ya kami sadar diri dan membayar terus,” cetus Kuryana Azis.
Permintaan tegas orang nomor satu di Bumi Sebimbing Sekundang tersebut dilontarkannya ketika menjawab pertanyaan wartawan, di sela-sela memimpin langsung Jumat bersih di lingkungan RSUD Ibnu Sutowo, Jumat (3/11).
Pembayaran hutang yang diharapkan cepat diselesaikan Pemkab OKU Selatan dan OKU Timur, menurut Kuryana, demi kelancaran operasional rumah sakit tempat rujukan dua kabupaten tersebut.
"Pentinglah hutang itu bagi kami. Apalagi rumah sakit ini mau melakukan pembangunan pada 2018 nanti untuk meningkatkan pelayanan. Kalau tidak mau membayar juga ya bisa saja kita evaluasi. Warga kita sendiri yang berobat menggunakan Jamsoskes ke RSUD ini banyak,” tandasnya.
Kuryana mengakui, untuk soal tagih menagih hutang sebenarnya urusan kecil bila dilakukan seorang kepala daerah. Persoalan ini menurut dia sedang dibahas anggota DPRD OKU yang membidangi masalah kesehatan.
“Saya dengar ini (soal hutang, red) sudah ada rencana dari anggota DPRD OKU di komisi terkait kesehatan akan melakukan kunjungan kerja ke dua kabupaten itu untuk menanyakan kepastian pembayaran hutan ke RSUD Ibnu Sutowo. Kalau bupati yang melakukan pembicaraan antar kepala daerah masalah tagih menagih hutang, urusannya kecil. Kalau soal sengketa batas wilayah baru lah sesama kepala daerah,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Ibnu Sutowo Baturaja, dr Rynna Dyana, yang masih berdiri dekat Bupati OKU, menjelaskan, hutang milyaran rupiah Kabupaten OKU Selatan dan OKU Timur, bila cepat dilunasi maka akan bisa cepat pula digunakan untuk meningkatkan pelayanan.
“Kalau hutang dari OKU Selatan dan OKU Timur dilunasi, kami bisa menggunakannya 50 persen untuk operasional, dan 50 persennya lagi membayar jasa pelayanan yang merupakan hak karyawan,” jelasnya.
dr Rynna merinci, Kabupaten OKU Selatan selalu meninggalkan hutang setiap tahunnya sejak 2011 lalu. Pada 2011 hutang yang belum dibayar sebesar Rp 383.636.563,82. Berturut-turut Rp 270.513.746,33 (2012), Rp 164.701.966,17 (2013), Rp 1.115.814.494.45 (2014), Rp 2.002.434.200,00 (2015), dan pada tahun 2016 hutang kabupaten ini lebih besar yakni Rp 1.541.452.200,00.
Total lima tahun anggaran tersebut hutang Jamsoskes Sumsel Semesta Kabupaten OKU Selatan di RSUD Ibnu Sutowo mencapai Rp 5.541.553.800,00.
“Kalau ditambah tahun 2017 ini saya tidak ingat persis jumlahnya. Lebih kurang Rp 2 Milyar. Jadi bila ditotalkan hutang OKU Selatan sampai saat ini lebih kurang Rp 7 Milyar,” beber dr Rynna.
Kemudian, sambungnya lagi, untuk Kabupaten OKU Timur, hutang Jamsoskes hanya dua tahun anggaran belakangan ini. Yakni tahun 2015 dan 2016 plus tahun berjalan. Untuk 2015, besaran hutangnya mencapai Rp 1.913.775.700 dan 2016 besarannya mencapai Rp 1.512.096.500. Bila ditotalkan hutang OKU Timur ke pihaknya mencapai Rp 3.425.872.200,00.
“Tapi belum termasuk yang tahun 2017 ini lho. Kalau dua kabupaten ini membayar hutangnya ‘kan lumayan juga untuk peningkatan operasional dan jasa pelayanan. Seperti kata Pak Bupati tadi, uang hutang ini sangat penting,” dr Rynna mengingatkan. (detiksumsel.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.