Header Ads

Harga Beras di OKU Bergerak Naik, Petani Sawah tadah Hujan Kebingungan

Baturajaradio.comPara petani di Kabupaten Ogan Komering Ulu mulai bingung sebab hingga memasuki bulan November ini belum juga bisa menggarap sawah karena curah hujan belum normal.
Padahal tahun-tahun sebelumnya petani yang mengandalkan sawah tadah hujan biasanya pada bulan November sudah mulai mengolah sawah untuk ditanami padi.
Namun tahun ini nampaknya, sawah yang hanya mengandalkan air hujan belum bisa digarap karena masih kering kerontang.
Petani berharap hujan segera turun sehingga bisa memulai menggarap lahan dan musim paceklilk segera berakhir.
–– ADVERTISEMENT ––

Selain padi tanam tumbuh lainnya juga sudah sulit produksi karena cuaca terlalu panas , tanaman palawija seperti jangung dan kacang apabila tidak dibantu sumur bor juga sulit bertahan hidup.
Pantauan di sejumlah areal persawahan di Kecamatan Semidangaji Senin (6/11) , terlihat sawah-sawah masih kering kerontang, petani belum bisa menggarap lahan karena tanahnya masih terlalu keras.
Meskipun diakui memang sudah ada hujan namun sifatnya hanya permukaan tanah saja yang basah.
Apapun yang ditanam, akan layu kemudian mati kekeringan.
Padahal biasanya, pada bulan yang sama tahun sebelumnya, petani mulai sibuk mempersiapkan untuk menggarap lahan seperti membajak sawah, menyemai benih padi untuk persiapan menanam padi disawah, namun kini petani mulai bingung karena musim hujan yang ditunggu-tunggu belum belum juga datang.
” Setiap hari suhu terasa membakar kulit, panas luar biasa kemudian sore harinya mendung namun hujan belum juga turun,” kata Rahmad seraya berharap hujan segera turun agar bisa bertanam padi.
Disisi lain, dampak dari kemarau yang cukup panjang ini harga kebutuhan pokok khususnya beras terus menerus bergerak naik, pada akhir bulang Oktober lalu harga beras kualitas masih Rp 10.000/kg.
Memasuki bulan November ini harga beras kualitas serupa sudah naik menjadi Rp 10.500/kg di tingkat pedagang pengecer di pasar.
Sedangkan di warung-warung apalagi di daerah yang jauh dari pusat perkotaan, harga beras sudah mencapai Rp 11.000/kg.
Menurut informasi di daerah sentra produksi beras seperti Belitang saja harga beras ditingkat petani sudah berkisar Rp 9.800/kg.
–– ADVERTISEMENT ––

Untuk mendapatkan harga yang agak murah sebenarnya warga bisa membeli beras di Pasar Pagi di Lapangan KORPRI harga beras masih dibawah Rp 10.000/kg.
Namun pembeli harus membeli dalam jumlah yang banyak mininal 50 kg sekali beli.
Sebab di Pasar Pagi yang hanya beroperasi dari pukul 02.00 hingga pukul 08.00 ini pedagang datang langsung dari centra produksinya dan sifatnya jual grosiran. (tribunnews.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.