Header Ads

SKD CAT CPNS Gelombang 2, Para Pelamar Harap bersabar, Ini Alasan BKN Belum Rilis Jadwal Tes

BATURAJA RADIO -Para pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2017 Gelombang 2 masih harus bersabar menunggu jadwal tahap berikutnya; Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).
Jumlah pelamar kini sudah berkurang setelah 61 instansi yang membuka lowongan mengumumkan nama-nama pelamar yang lolos seleksi berkas administrasi.
Badan Kepegawaian Negara (BKN) masih melakukan rekapitulasi berapa total peserta CPNS yang lolos ikut tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).
Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyatakan hingga saat ini belum mengeluarkan jadwal resmi terkait pelaksaan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan sistem Computer Assissted Test (CAT) meskipun beberapa Kementerian dan Lembaga sudah mengumumkan nama-nama peserta yang lolos seleksi administrasi.
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibasana, meminta para peserta CPNS yang sudah lolos administrasi untuk bersabar menunggu jadwal resmi untuk Seleksi Kemampuan Dasar berbasis komputer (SKD-CAT) CPNS gelombang II 2017.
"Mudah-mudahan sesegera mungkin sudah bisa menyampaikan jadwal," ujarnya dalam acara konfrensi pers di Kantor Pusat BKN, Cililitan, Jakarta Timur, Jumat (6/10/2017).
Bima mengatakan, belum keluarnya jadwal tes CPNS disebabkan oleh besarnya jumlah peserta yang mendaftar pada 61 Kementerian dan Lembaga.
Hal ini menyebabkan ada beberapa Kementerian yang belum menyerahkan berkas kelulusan adiminstrasi peserta CPNS kepada pihak BKN.
"Jumlah pesertanya terlalu banyak. Yang belum (Kumpulkan data lulus administrasi) ada tiga laporannya. Kementerian Riset dan Teknologi, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Agama," ungkapnya.
Selain itu, lanjut Bima, pihaknya juga perlu menyediakan berbagai sarana dan prasarana untuk menyediakan peralatan tes CPNS berbasis komputer termasuk menentukan lokasinya.
"Selain itu, masalahnya juga adalah jumlah pendaftar jauh lebih besar dari jumlah komputernya. Jadi kami lelang (Pengadaan) puluhan ribu komputer, kami juga pontang-panting, dan kami juga akan sewa ruangan," papar Bima.
Perhatikan! Ada Tiga materi soal SKD
Untuk menghadapi SKD, seperi dilansir dari situs resmi Kemenpan, menpan.go.id, para pelamar yang lolos disarankan untuk mempelajari materi-materi yang akan diujikan.
Materi yang dimaksud adalah tiga kelompok soal, yakni Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Intelegensia Umum (TIU) dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).
Agar bisa lolos passing grade, peserta harus meraih nilai minimal masing-masing 143, 80 dan 75.
Soal-soal TWK
Dalam Peraturan Menteri PANRB No 20/2017 tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan PNS dan Pelaksanaan Seleksi CPNS Tahun 2017 dijelaskan, TWK dilaksanakan untuk menilai penguasaan pengetahuan dan kemampuan mengimplementasikan nilai-nilai empat Pilar Kebangsaan Indonesia.
Soal-soal yang diberikan mencakup Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Melingkupi sistem Tata Negara Indonesia, sejarah perjuangan bangsa, peranan bangsa Indonesia dalam tatanan regional maupun global, dan kemampuan berbahasa Indonesia secara baik dan benar.
Dari 100 soal yang diujikan, TWK ada 30 soal dan setiap jawaban yang benar nilainya 5 atau nilai maksimal 150 dan minimal 0.
“Berdasarkan pengalaman, banyak peserta yang gagal mencapai skor 75. Karena itu peserta perlu belajar lebih baik lagi,” ujarnya di Jakarta, belum lama ini.
Soal-soal Tes Intelegensia Umum (TIU)
Adapun Tes Intelegensi Umum (TIU) dimaksudkan untuk menilai memampuan verbal yaitu kemampuan menyampaikan informasi secara lisan maupun tulis.
Kemampuan numerik yaitu kemampuan melakukan operasi perhitungan angka dan melihat hubungan diantara angka-angka.
Kemampuan berpikir logis yaitu kemampuan melakukan penalaran secara runtut dan sistematis.
Selain itu, kemampuan berpikir analitis yaitu kemampuan mengurai suatu permasalahan secara sistematik.
Seperti halnya TWK, peserta harus mengerjakan 30 soal.
Soal-soal Tes Karakteristik Pribadi (TKP)
Sedangkan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) dimaksudkan untuk menilai integritas diri, semangat berprestasi, kreativitas dan inovasi, orientasi pada pelayanan, orientasi kepada orang lain.
Kemampuan beradaptasi, kemampuan mengendalikan diri, kemampuan bekerja mandiri dan tuntas, kemauan dan kemampuan belajar berkelanjutan.
Selain itu, kemampuan bekerja sama dalam kelompok, serta kemampuan menggerakkan dan mengkoordinir orang lain.
Pada kelompok soal ini, peserta SKD diminta mengerjakan 40 soalTetapi untuk kelompok soal ini, tidak ada nilai nol untuk setiap jawaban.
“Nilainya berkisar antara 1-5, sehingga kalau dijawab, minimal nilainya 40 dan maksimal 200,” jelasnya.
Suwardi wanti-wanti agar peserta tidak melakukan tindakan yang aneh-aneh saat menghadapi SKD, seperti menggunakan joki, atau bahkan memakai jimat seperti yang pernah terjadi dalam SKD pada putaran pertama.
Selain tidak akan membantu, dipastikan kecurangan yang dilakukan peserta akan ketahuan, yang akibatnya akan didiskualifikasi.
Sebagai alternatif, kalau perlu ikut Bimbingan Belajar (Bimbel) yang belakangan banyak bermunculan.
Tetapi diingatkan juga bahwa tidak ada Bimbel yang bisa memberikan jaminan mutlak atau 100 persen lulus.
“Jangan percaya kalau ada Bimbel yang menjanjikan pasti lulus tes,” tegasnya seraya menambahkan bahwa yang paling penting adalah percaya pada kemampuan diri dan yakin kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Menteri Pemberdayaan Aparat Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN & RB), Asman Abnur, berulang kali menegaskan seleksi CPNS tahun ini dilakukan sangat transparan.
“Jangan sama sekali percaya kalau ada yang menjanjikan bisa mengurus hingga lolos. Itu penipuannya,” kata Asman di sejumlah kesempatan.(tribunnews.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.