Header Ads

Dana Tiga Desa Digabung untuk Bangun Jembatan, Begini Keuntungannya Nanti

Baturajaradio.comSebanyak tiga Desa di Kecamatan Cempaka masing-masing Desa Campangtiga Ilir, Desa Negerisakti, Desa Kuripan menggabungkan dana desa untuk membangun jembatan melintasi ruas Arus Sungai Komering yang selama ini terisolir karena sulitnya akses transportasi.

Pembangunan jembatan pertama sepanjang sejarah berdirinya Desa Campangtiga tersebut diresmikan oleh Bupati OKU TimurHM Kholid MD dengan peletakan batu pertama pembangunannya Senin (17/10/2018) lalu.
Jembatan yang menghubungkan beberapa desa dengan aliran Sungai Komering sepanjang 190 Meter dan Lebar 1.75 meter tersebut nantinya akan bisa dilalui oleh kendaraan roda empat ringan yang bisa membawa hasil bumi warga seberang yang selama ini harus menyeberang menggunakan perahu atau memutar ratusan kilometer melalui Kabupaten OKU.
Pembangunan Jembatan dengan menggunakan dana desa dari tiga desa tersebut merupakan yang pertamakalinya di Sumsel.
Mengingat selama ini dana desa dari APBN hanya digunakan untuk membangun infrastruktur masing-masing desa.
"Jembatan yang melintasi aliran sungai Komering ini akan menjadi yang pertamakalinya dan akan sangat bermanfaat untuk masyarakat karena selama ini masyarakat kesulitan untuk membawa hasil bumi karena harus menyeberangi sungai menggunakan perahu," kata Kholid usai meletakkan batu pertama.
Menurut Kholid, selama ini masyarakat setiap harinya mempertaruhkan nyawa setiap kali menyeberangi sungai membawa hasil bumi maupun untuk menuju ke pasar maupun keluar kota.
Dengan dibangunnya jembatan penghubung tiga desa tersebut lanjutnya, maka masyarakat akan lebih nyaman dan tenang saat menyeberangi sungai komering.
"Coba kita bayangkan bagaimana masyarakat mempertaruhkan nyawa menyeberangi sungai dengan arus yang cukup deras untuk menyeberangi sungai. Mudah-mudahan jembatan ini bermanfaat dan bisa membantu masyarakat banyak," kata Kholid.
Dikatakan Kholid, pembangunan jembatan yang nantinya bisa dilalui oleh kendaraan roda empat ringan tersebut menggunakan dana sokongan dari tiga desa dengan total anggaran sekitar Rp. 1 Miliar untuk tahap pertama dan dilanjutkan pada tahun 2018 mendatang. (tribunnews.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.